Bahas Tentang Kebijakan Bank Sentral, BI Lakukan Ini

WOL Photo

MEDAN, Waspada.co.id – Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara menggelar Focus Group Discussion (FGD) yang dipandu oleh PT Optima Solusi Indonesia.

Kegiatan ini membahas berbagai kebijakan yang dikeluarkan bank sentral tersebut.

Disampaikan Kepala Group Sistem Pembayaran dan Manajemen Intern BI Sumut, Andiwiana S menuturkan komunikasi yang tepat cukup efektif dalam menyampaikan berbagai kebijakan BI di kalangan masyarakat baik sebagai pelaku usaha maupun kalangan perbankan.

“bagaimana kelak tercipta komunikasi yang tepat dan bisa dimengerti. Saya berharap dalam FGD ini dapat diketahui dimana kendala realisasi kebijakan-kebijakan BI di masyarakat,” tuturnya, Kamis (24/10) lalu.

Konsultan Survei PT Optima Solusi Indonesia, Budi Suharjo mengatakan, pihaknya juga memandu FGD di Kantor Perwakilan (KPw) BI Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan dan Kalimatan Selatan.

“Dengan FGD ini kami ingin mengetahui persepsi dan dampak dari kebijakan yang telah dikomunikasikan BI kepada para stakeholders serta menggali masukan yang konstruktif guna merancang strategi penguatan. Hal ini sesuai visi BI yang menjadikan bank sentral berkontribusi secara nyata terhadap perekonomian RI dan terbaik diantara emerging markets,”ucapnya.

Di mana materi yang dibahas dalam FGD itu adalah kebijakan suku bunga acuan (BI 7 Days Repo Rate) yang kini 5,25 persen, Giro Wajib Minimun (GWM) rupiah yang turun 50 bps untuk Bank Umum Konvensional menjadi 6,0 persen dan Bank Umum Syariah/Unit Usaha Syariah menjadi 4,5 persen dengan GWM rerata masing-masing tetap 3,0 persen berlaku efektif 1 Juli 2019.

“Kemudian, juga dibahas mengenai kebijakan makroprudensial, antara lain kredit/pembiayaan untuk properti dimana uang mukanya (DP) dilonggarkan menjadi lima persen dan untuk kendaraan bermotor menjadi 5-10 persen. Serta kebijakan pengembangan ekonomi, sistem keuangan syariah dan sistem pembayaran,” tandasnya.(wol/eko/data2)