Tokoh Separatis Benny Wenda: Papua Lawan Kolonialisme, Bukan Orang Indonesia

Ketua ULMWP, Benny Wenda, menyatakan selama ini mereka melawan sistem kolonialisme dan tidak memusuhi bangsa Indonesia. (Dok. The Office of Benny Wenda)

OXFORD, Waspada.co.id – Ketua Persatuan Gerakan Persatuan Pembebasan Papua Barat (ULMWP), Benny Wenda, menegaskan masyarakat Papua tidak pernah menganggap orang Indonesia sebagai musuh.

Menurut dia, misi yang diperjuangkan selama ini adalah menghadapi sistem penjajahan (kolonialisme) yang dia anggap terjadi selama ini, terhadap warga di wilayah paling timur Indonesia itu.

Benny menuding pemerintah Indonesia justru berupaya memicu konflik etnis di Papua, dengan mengirim milisi dan membuat kekacauan di wilayah itu.

“Seiring upaya pemerintah Indonesia yang dengan sengaja mencoba menciptakan konflik etnis di Papua Barat dengan mengirim milisi nasionalis Indonesia untuk menimbulkan kekacauan, saya harus menekankan bahwa bagi orang Papua Barat musuh kami BUKAN orang Indonesia,” tulis Benny melalui akun Facebooknya, Senin (2/9).

“Musuh kami adalah sistem kolonialisme,” paparnya menambahkan.

Dalam pernyataannya, Benny menganggap pemerintah Indonesia berupaya mengalihkan perhatian dunia terhadap pemberontakan “damai” warga Papua selama ini.

Benny, yang masih berada dalam pengasingan di Inggris, menegaskan bahwa rakyat Papua tidak akan terpancing dengan provokasi yang dibuat pemerintah Indonesia.

“Kami tidak akan membiarkan Indonesia mengubah negara kami (Papua) menjadi ladang pertumpahan darah. Kami akan menempuh jalan menuju kebebasan dalam kedamaian dan cinta,” katanya.

Benny juga tak lupa mengungkapkan rasa terima kasihnya “kepada rakyat Indonesia atas solidaritas mereka yang meningkat.”

“Perjuangan damai kami bukan untuk membalas dendam, tapi untuk referendum. Ini adalah satu-satunya solusi untuk Papua Barat. #WestPapuaUprising #ReferendumYes #PapuaMerdeka,” tulis Benny.

Demonstrasi yang berlangsung rusuh masih terjadi di sejumlah tempat di Papua. Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan kantor Majelis Rakyat Papua di Jayapura dilaporkan dibakar massa pedemo pada pekan lalu.

Kerusuhan juga sempat terjadi di depan kantor Bupati Deiyai hingga menewaskan sejumlah warga sipil.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menuding Benny Wenda sebagai dalang kerusuhan di Papua, termasuk melakukan mobilisasi diplomatik ke sejumlah negara.

Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto, menyebut kerusuhan Papua tak lepas dari aksi provokasi yang dilakukan Benny Wenda.

Wiranto menuturkan Benny aktif menyebarkan hoaks alias informasi palsu soal Papua ke luar negeri. (cnn)