Breaking News
_
Home / Sumut / Museum Sejarah Alquran Pamer 22 Mushaf Kuno
foto: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu

Museum Sejarah Alquran Pamer 22 Mushaf Kuno

PERCUT SEITUAN, Waspada.co.id – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Edy Rahmayadi, meresmikan Museum Sejarah Alquran di Gedung Serba Guna, Jalan Pancing/Willem Iskandar, Kabupaten Deliserdang, Minggu (22/9).

Sedikitnya, ada 22 mushaf kuno yang berhasil dikumpulkan dari berbagai sumber sebagai koleksi di museum tersebut. Dalam kegiatan itu, juga diluncurkan Mushaf Alquran Sumut sebagai bukti jejak perkembangan Islam di provinsi ini telah ada ratusan tahun lalu.

“Ini yang didapatkan paling terakhir di abad 18, Alhamdulillah kita temukan. Berarti 300 tahun yang lalu. Jadi tidak mungkin syekh (ulama) yang datang (ke Sumut) tidak membawa dokumen (Alquran),” ujar Edy.

Dari penelusuran ke beberapa daerah di Sumut, lanjut Edy, ditemukan sejumlah Alquran tua yang berusia setidaknya 250 tahun, bahkan lebih. Di antaranya di Barus dan Simalungun serta tempat lainnya yang masih menyimpan dokumen Mushaf Alquran kuno.

Karena itu, dirinya mengaku sempat saling curiga dengan sejarawan sekaligus penggagas museum tersebut, Dr Ichwan Azhari asal Unimed. Pasalnya, niat mereka ingin menelusur bukti sejarah, namun belum sempat dikomunikasikan dengan baik.

“Begitu saya dengar (Ichwan Azhari), saya cari beliau ini. Ternyata setelah diceritakan, ternyata kita satu ide. Akhirnya kita buka acara, panggil ahli, dan duduk bersama. Dari situ, sampai sekarang kita terus mencari bukti sejarah,” jelas Gubsu.

Terkait pembangunan di Sumut, Edy menjelaskan di sejumlah tempat pernah besar dengan peran pendahulu yang identik dengan ke-Islaman. Hal ini terbukti dengan 22 mushaf kuno yang sudah berhasil dikumpulkan. Bahkan sudah menjelaskan beberapa tumbuhan, sayur hingga buah dan makanan yang bermanfaat berdasarkan Alquran.

“Inilah hebatnya Sumut. Kita mulai lagi ini. Makanya kita akan tempatkan, kita arsipkan dengan baik. Kita siapkan tempatnya di Masjid Agung nanti. Kalau tidak cukup, kita tempatkan di Islamic Center yang akan dibangun,” kata Edy lagi.

Dr Ichwan Azhari mengatakan bahwa dirinya merasa khawatir dan marah saat disebutkan bahwa Sumatera Utara tidak memiliki Mushaf Alquran. Padahal, Barus yang ada di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dinobatkan sebagai pintu masuknya Islam pertama kali di Indonesia.

“Makanya saya kejar terus dan cari terus. Setelah dibuktikan dan diteliti, barulah diakui bahwa mushaf yang kita dapatkan ini punya nilai sejarah yang cukup kuat. Jadi Sumut juga punya mushaf,” kata Ichwan lagi. (wol/aa/data2)

editor AUSTIN TUMENGKOL

Check Also

Nawal : Jangan Sekali-kali Sentuh Narkoba

MEDAN, Waspada.co.id – Tidak bisa dipungkiri hingga saat ini narkoba masih menjadi permasalahan serius yang ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.