Modus Tuduh Korban Aniaya Adik Tersangka, Perampok Masuk Bui

WOL Photo/Gacok

MEDAN, Waspada.co.id – Tim Reskrim Polsek Medan Sunggal membongkar kasus perampokan dengan modus menuduh korbannya melakukan penganiayaan terhadap adik tersangka.

Dalam pengungkapan itu petugas mengamankan tersangka Apentus Tarihoran (29) warga Jalan Brigjen Katamso, Gang Mantri, Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun. Selain itu, polisi juga turut menyita barang bukti handphone merek Oppo A3S hitam dan jam tangan merek G-Shock warna hitam.

Kanit Reskrim Polsek Medan Sunggal, Iptu Syarif Ginting, mengatakan tersangka ditangkap di salah satu warung di Jalan Sei Serayu, Kelurahan Tanjungrejo.

Dijelaskan, aksinya pada Jumat (30/8) sekira Pukul 20.00 WIB, berawal saat korban Joni Simanjuntak (18) warga Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Sei Sekambing D, sedang menunggu angkot di pinggir jalan.

Tiba-tiba datang tersangka dan rekannya mengajak korban melihat adik salah satu tersangka di rumah sakit karena dituduh korban telah melakukan penganiayaan.

Karena merasa tidak pernah memukul orang dan juga tidak pernah bermasalah, korban menuruti ajakan preman kampung dengan menyewa betor.

Dalam perjalanan, korban ditodong dengan gunting sembari mengancam apabila tidak memberikan harta bendanya. Karena takut korban pun menyerahkan handphone dan jam tangan kepada para pelaku.

Terpisah, Panit Reskrim Ipda J Simamora, bersama personilnya yang mengetahui kejadian itu langsung turun ke lokasi melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap tersangka bersama barang buktinya. Sementara rekan tersangka bernama Amek masih pengejaran.

“Dalam kasus itu, tersangka dikenakan Pasal 365 ayat 2 dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara,” tukasnya. (wol/gacok/data1)

Editor: SASTROY BANGUN