Mahathir Tegas Usir Imigran yang Diduga Jejaring Musuh Presiden Turki

PM Malaysia Mahathir Mohamad (reuters)

PUTRAJAYA, Waspada.co.id – Pemerintah Malaysia mendeportasi seorang pencari suaka asal Turki, Arif Komis, beserta keluarganya setelah kepolisian menegaskan mereka tidak boleh berada di Negeri Jiran. Padahal, Komis dan keluarga merupakan pencari suaka yang terdaftar dalam organisasi pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, membenarkan bahwa Komis, yang selama ini mengajar pelajaran kimia di sebuah sekolah internasional di Kuala Lumpur, dideportasi atas saran polisi.

“Mereka (kepolisian) memiliki bukti yang mengarah pada pandangan bahwa dia (Komis) seharusnya tidak berada di negara ini,” kata Mahathir dalam jumpa pers tanpa menjelaskan alasan kepolisian, Senin (2/9).

Sementara itu, Menteri Wilayah Federal Khalid Samad mengatakan kepada Reuters bahwa polisi memiliki bukti yang menunjukkan bahwa Komis “terlibat” aksi terorisme tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Sejumlah kelompok pegiat hak asasi manusia mengecam langkah Malaysia tersebut. Mereka menganggap Komis dan keluarganya menghadapi ancaman pelanggaran HAM di Turki atas dugaan keanggotaan Komis dalam “kelompok berbasis agama” Turki.

Amnesty International menuturkan Komis ditahan polisi bersama keluarganya pada Rabu pekan lalu. Komis beserta keluarganya kemudian dideportasi ke Turki sehari setelahnya.

“Dalam mendeportasi keluarga Komis, pemerintah Malaysia telah melanggar prinsip internasional non-refoulement yang melarang mengirimkan siapa saja ke tempat yang berisiko menempatkan keamanan mereka dalam bahaya,” kata Shamini Darshni Kaliemutu dari Amnesty International melalui pernyataan.

Merespons kritikan tersebut, Mahathir mengaku bahwa Malaysia tidak mengetahui risiko apa pun yang dimiliki Komis dan keluarga ketika dipulangkan ke Turki.

“Saya tidak mengetahui penyiksaan di Turki. Apakah kami akan menuding Turki menyiksa? Apakah Anda memiliki buktinya?” kata Mahathir.

“Dia (Komis) memiliki paspor Turki, jadi Anda (Komis) pergi saja ke Turki,” paparnya menambahkan.

Selama bertahun-tahun, Malaysia kerap menangkap dan mendeportasi warga Turki yang diduga memiliki keterlibatan dengan jaringan Fethullah Gulen, seorang pemuka agama yang dituduh sebagai dalang upaya kudeta yang gagal terhadap Presiden Recep Tayyip Erdogan pada 2016 lalu.

Pemerintahan Erdogan sejauh ini telah menahan lebih dari 77 ribu orang sejak upaya kudeta terjadi.

Gulen saat ini masih dalam pelariannya di Amerika Serikat. Para pengikut Gullen membantah telah terlibat dalam upaya kudeta tersebut. (cnn/data2)