Langit Merah di Jambi Akibat Karhutla Jadi Sorotan Media Internasional

foto: Langit Jambi merah karena kebakaran hutan dan lahan. (Foto/Twitter @zunishofiyn)

Waspada.co.id – Langit Jambi yang merah pada Sabtu (21/9) telah menjadi berita sejumlah media Internasional. Media BBC yang berbasis di Inggris memberitakan fenomena karena kebakaran hutan itu dengan judul, “Kabut asap Indonesia menyebabkan langit berubah merah darah”.

Media Inggris lainnya, The Guardian menempatkan judul atas insiden itu, “Ini siang hari: kabut merah dari hutan hujan Indonesia menyelimuti kota.”

https://twitter.com/zunishofiyn/status/1175361000062607360

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan peristiwa langit merah Jambi karena banyaknya titik panas dan sebaran asap tebal.

Kepala Subbidang Produksi Informasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG‎, Siswanto menjelaskan berdasarkan hasil penampakan dari citra satelit, wilayah di Muaro Jambi menunjukkan warna putih yang mengindikasikan bahwa lapisan asap yang sangat tebal.

Advertisement

Washington Post, media yang berbasis di Amerika Serikat (AS), dalam tulisannya mengambil data dari Copernicus Atmosphere Monitoring Service (CAMS), Pusat Prakiraan Cuaca Jangka Menengah Eropa. Tulisan itu menjelaskan bahwa hutan dan lahan gambut di Indonesia mudah terbakar.

“Sebagian dari karbon ini akan diambil kembali oleh biosfer, tetapi ini sulit diperkirakan dalam waktu yang hampir bersamaan,” tulisnya.

“Tingkat polusi sangat tinggi dan tidak diragukan lagi merupakan ancaman bagi kesehatan manusia, flora dan fauna.”

Media Singapura, The Strait Times juga membahas fenomena langit Jambi merah dengan judul berita, “Langit di provinsi Jambi di Indonesia berubah merah setelah kabut menutup sinar matahari.”

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut kebakaran hutan dan lahan (karhutla) 99% disebabkan oleh ulah manusia. Sementara itu, 80% dari lahan yang terbakar tersebut menjadi kebun.

“Saya mempunyai data, penyebab Karhutla adalah 99% ulah manusia, dan 80% lahan yang terbakar menjadi kebun,” ucap Kepala BNPB Doni Monardo, dalam keterangan tertulis, Selasa (24/9).

Hal itu disampaikan Doni Monardo saat memimpin langsung rapat koordinasi penanganan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Jambi, Senin (23/9).

“Sisa api yang ada, mari kita padamkan bersama. Pemerintah pusat siap membantu dan mendukung upaya pemadaman,” tutur Kepala BNPB.

Doni menyiapkan konsep jangka panjang agar masyarakat tidak mengalami lagi hal serupa di tahun mendatang. Kepala BNPB menawarkan mengubah perilaku masyarakat dengan meningkatkan kesejahteraan, dengan pengembangan pohon yang bersifat ekonomis. (okz/data1)