KPK Selisik Aliran Dana Suap E-KTP lewat Setnov

Setya Novanto (foto: Okezone)
agregasi

 

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut kasus dugaan suap proyek pengadaan e-KTP. Salah satu yang difokuskan sampai saat ini adalah penelusuran aliran dana rasuah tersebut ke pihak lainnya.

Hal tersebut terungkap dari materi pemeriksaan terhadap saksi eks Ketua DPR RI sekaligus terpidana suap e-KTP Setya Novanto (Setnov), hari ini. Dia diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Paulus Tannos (PLS).

“Penyidik mendalami keterangan para saksi terkait aliran-aliran dana terkait pengadaan paket e-KTP,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Jakarta, Kamis (12/9/2019).

Selain menelisik melalui Setnov, lembaga antirasuah juga menelusuri dari saksi lainnya yang menjalani pemeriksaan hari ini. Mereka adalah, Direktur PT Stacopa Raya Hadi Suprapto, Pensiunan PNS Dukcapil Kemendagri Suciati dan karyawan Money Changer PT Berkat Omega Sukses Sejahtera Yu Bang Tjhiu alias Mony.

“Hari ini penyidik memeriksa empat orang saksi untuk tersangka PLS,” ujar Febri.

Sekadar informasi, KPK telah menetapkan empat tersangka baru terkait kasus korupsi e-KTP. Empat tersangka baru tersebut yakni, mantan anggota DPR RI, Miryam S Haryani; Direktur Utama Perum Percetakan Negara RI (PNRI), Isnu Edhi Wijaya; PNS BPPT, Husni Fahmi; dan Dirut PT Sandipala Arthaputra, Paulus Tannos.

Sebelumnya, KPK telah lebih dulu menetapkan 10 orang tersangka terkait kasus dugaan korupsi e-KTP. 10 tersangka tersebut yakni, Irman, Sugiharto, Anang Sugiana Sudihardjo, Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, Andi Narogong, Made Oka Masagung, Markus Nari. Delapan orang tersebut ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara pokok korupsi e-KTP.

Sedangkan dua orang yang juga ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus ini yaitu, Fredrich Yunadi dan Bimanesh Sutarjo. Keduanya dijerat pasal merintangi atau menghalang-halangi proses penyidikan e-KTP.