Ketua Komisi VII Minta Subsidi Elpiji 3 Kg Tepat Sasaran

WOL Photo

JAKARTA, Waspada.co.id – Ketua Komisi VII DPR-RI Gus Irawan Pasaribu mendesak agar penyaluran subsidi elpiji 3 kilogram (kg) tepat sasaran. Pasalnya, direncanakan subsidi elpiji 3 kg pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2020 mencapai Rp 51 triliun.

Ia memastikan, DPR RI tidak akan menurunkan besaran subsidi, namun DPR RI menginginkan subsidi tepat sasaran.

“Yang penting subsidinya tepat sasaran,” kata dia di Senayan Jakarta, beberapa waktu lalu. Gus Irawan meminta kepada pemerintah untuk memberikan basis data jumlah kepala keluarga, sehingga keputusan subsidi ini bisa transparan dan bertanggung jawab. Karena setelah dihitung, jika subsidi elpiji tabung 3 kg saat ini dengan anggaran mencapai Rp51,96 triliun, maka hampir 250 juta orang yang menikmati subsidi tersebut.

“Kalau saya hitung, kalau betul yang diperlukan subsidi elpiji tabung 3 kg saat ini Rp 51,96 triliun itu meniscayakan yang disubsidi itu hampir 85 juta kepala keluarga (KK). Sebanyak 85 juta KK kali 4 itu 250 juta orang yang disubsidi. Basis datanya berapa? Ini sudah empat tahun kita peringatkan pemerintah,” ungkapnya.

Gus Irawan juga mempertanyakan rencana dilaksanakannya distribusi elpiji 3 kg secara tertutup. Sesuai peraturan perundang-undangan, produk subsidi seharusnya didistribusi tertutup, bukan diperdagangkan. “Pertanyaan itu sekarang, kapan kita akan distribusi tertutup,” tandasnya.

Diketahui, Banggar DPR RI bersama Pemerintah menyetujui besaran subsidi energi sebesar Rp 124,9 triliun untuk RAPBN 2020. Besaran subsidi energi ini lebih rendah dibandingkan proyeksi 2019 yang mencapai Rp 142,6 triliun maupun besaran dalam APBN 2019 yang sebesar Rp 159,97 triliun. Besaran subsidi ini pun lebih rendah dari usulan pada RAPBN 2020 awal yang sebesar Rp 137,5 triliun.

Dari total Rp 124,9 triliun, sebanyak Rp 70 triliun ditujukan untuk subsidi BBM dan LPG atau turun dibanding dengan proyeksi sampai akhir tahun ini, Rp 90,3 triliun. Sisanya, Rp 54,8 triliun ditujukan untuk subsidi listrik. Angka ini lebih rendah dibandingkan proyeksi realisasi sampai akhir tahun ini, Rp 58,3 triliun. (wol/min/data1)
Editor: Agus Utama