_
Home / Fokus Redaksi / Kabut Asap Mulai Pekat di Medan, Ini Penjelasan BMKG
Bangunan gedung tertutup kabut asap di Kota Medan, Kamis (19/9). Kabut asap diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan di wilayah Riau serta sejumlah wilayah di Sumatera Utara menyelimuti Kota Medan dan menyebabkan jarak pandang terbatas sekaligus berbahaya bagi kesehatan masyarakat. (WOL Photo/Ega Ibra)

Kabut Asap Mulai Pekat di Medan, Ini Penjelasan BMKG

MEDAN, Waspada.co.id – Kabut yang diduga asap kebakaran hutan mulai terlihat di kawasan Sumatera Utara, khususnya Kota Medan sejak empat hari terakhir. Hal ini menyusul terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Kepulauan Riau dan Sumatera Selatan. Kebakaran ini juga terjadi di beberapa titik Pulau Kalimantan.

Di Medan sendiri, terlihat kabut yang cukup tebal mulai menutupi pandangan terlihat sejak Senin (16/9) lalu. Sebagaimana dikatakan Prakirawan Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah-I Medan, Budi Prasetyo, Kamis (19/9).

“Pagi tadi memang kondisinya halimun (berkabut). Ini kondisi yang biasa, karena dalam beberapa hari ini kelembabannya tinggi karena curah hujan,” ujarnya saat dikonfirmasi Waspada Online.

Namun kata Budi, berdasarkan citra satelit BMKG, sebaran kabut asap pada pukul 10.00 WIB tadi mulai memasuki kawasan bagian tengah Riau dan Jambi. “Sejak siang ini kami masih terus memantau data pengamatan berupa kelembaban, jarak pandang, dan titik hotspot apakah yang terjadi ini memang asap atau bukan,” jelasnya.

“Selain dari Riau bisa juga dari titik (hotspot) lain jika ada terdapat di Sumut,” tambahnya.

Meski tak begitu mengganggu, namun beberapa pengendara sepeda motor sudah mengenakan masker. “Mata juga pedih kalau lama-lama di jalan,” ungkap seorang pengendara motor, Nasir (37), saat melintas di Jalan Monginsidi.

Warga seputaran Polonia juga mengaku khawatir apabila kabut tersebut memang sebaran asap kebakaran hutan di Riau dan Sumatera Selatan. “Karena asap itu berbahaya jika terlalu banyak terhirup bagi anak-anak. Saya resah juga,” kata Eka, warga Jalan Starban Polonia.

Bangunan gedung tertutup kabut asap di Kota Medan, Kamis (19/9). Kabut asap diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan di wilayah Riau serta sejumlah wilayah di Sumatera Utara menyelimuti Kota Medan dan menyebabkan jarak pandang terbatas sekaligus berbahaya bagi kesehatan masyarakat. (WOL Photo/Ega Ibra)

Titik Hotspot di Sumut
Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah-I Medan, Edison Kurniawan, Rabu (18/9), mengatakan untuk titik panas terbanyak berada di Kabupaten Labuhanbatu, yakni 1 titik di Kecamatan Panei Hilir dan 2 titik di Kecamatan Panei Tengah.

Lalu, titik panas juga terdeteksi di Kabupaten Asahan persisnya di Kecamatan Sei Kepayang, Kabupaten Humbang Hasundutan di Dolok Sanggul, dan Paluta di Kecamatan Padang Bolak.

Edison menerangkan, adapun tingkat kepercayaan atau keakuratan keberadaan titik api ini berada dikisaran 54-80 persen. Pemantauan sendiri dilakukan melalui Sensor MODIS (Satelit Terra dan Aqua) pada pagi tadi.

Sementara itu, menurut data BMKG, di Pulau Sumatera saat ini terdeteksi sebanyak 1.313 titik panas yang tersebar di Provinsi Sumut, Riau, Sumsel, Jambi, Sumbar, Bengkulu, hingga Lampung.

“Jumlah terbanyak titik panas yang diduga bersumber dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ini, terdapat di Provinsi Riau, Jambi dan Sumsel, sedangkan provinsi lainnya hanya terdapat beberapa titik,” pungkasnya.

Wilayah Karhutla
Citra satelit pantauan BMKG menunjukkan, asap terdeteksi di wilayah Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Utara, Bengkulu, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Kalimantan Barat, hingga Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, bahkan sampai ke wilayah Malaysia dan Singapura.

Sementara berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Senin (16/9/2019) pukul 16.00 WIB, di Riau ditemukan sebanyak 58 titik panas, Jambi (62), Sumatera Selatan (115), Kalimantan Barat (384), Kalimantan Tengah (513), dan Kalimantan Selatan (178). (wol/ega/data1)

Editor: Agus Utama

Check Also

Singapura Kirim Nota Diplomatik ke KLHK Terkait Karhutla

SINGAPURA, Waspada.co.id – Pemerintah Singapura melalui Kementerian Lingkungan dan Sumber Daya Air dilaporkan mengirim nota diplomatik ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.