OTT, Kepala Puskesmas Parlayuan Ditetapkan Sebagai Tersangka

WOL Ilustrasi

LABUHANBATU, Waspada.co.id – Polisi telah menetapkan satu orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemotongan Dana Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Operasional Bantuan Kesehatan (OBK) pegawai dan staf Puskesmas Parlayuan Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu.

Penetapan ini merupakan tindak lanjut dari operasi tangkap tangan yang dilakukan Polres Labuhanbatu.

“Kepala Puskesmas (Kapus) inisial MHJ sudah ditetapkan sebagai TSK (tersangka),” ungkap Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu, AKP Jamakita Purba, Kamis (15/8).

Diketahui, OTT yang dilakukan Selasa (13/8) kemarin, polisi mengamankan tujuh orang. Salah satunya adalah MHJ (41) Kepala Puskesmas Parlayuan. Selain MHJ, turut diamankan HM (45) Bendahara BOK Puskesmas, SUB (33) Bendahara JKN Puskesmas, SD (40) Staf Puskesmas, NH (42) Staf Puskesmas, NUR (33) Staf Puskesmas, dan AFN (26) TKS Puskesmas.

Selain ditetapkan sebagai tersangka, terhadap MHJ saat ini telah ditahan.

Advertisement

Jama menuturkan, OTT berdasarkan informasi yang diperoleh. Dimana disebutkan, terjadi pemotongan sebesar minimal 25% atau bervariasi dari jumlah yang diterima pegawai dan honor Puskesmas.

“Atas laporan itu, petugas Polres Labuhanbatu melakukan penyelidikan dan melakukan OTT. Barang bukti yang ditemukan uang Rp188.315.000,” pungkasnya.(wol/lvz/data1)

Editor: SASTROY BANGUN