_
Home / Medan / Gubsu dan GMKI Diminta Sudahi Bertengkar Karena Aqua Farm
foto: istimewa

Gubsu dan GMKI Diminta Sudahi Bertengkar Karena Aqua Farm

MEDAN, Waspada.co.id – Desakan menutup perusahaan perusak kawasan ekosistim Danau Toba yang disuarakan aktivis Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) hendaknya dianggap sebagai gerakan kontrol sosial bertujuan baik.

Penegasan itu disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat Relawan Indonesia Kerja (RIK), Sahat Simatupang, menanggapi laporan Pemprov Sumut ke Polrestabes Medan terkait aksi GMKI pada Jumat 26 Juli 2019, saat aksi yang menuntut penutupan perusahaan yang dituding merusak Danau Toba seperti Aqua Farm di Kantor Gubernur Sumut menyebabkan pagar rusak.

Menurutnya, Gubernur Sumut, sebaiknya membantu upaya pemerintah pusat menata Danau Toba sebagai tujuan wisata baru. Jika turis masuk ke kawasan Danau Toba mencapai target, ujar Sahat, yang diuntungkan adalah Provinsi Sumut.

“Danau Toba milik Sumut, bukan milik orang Batak saja. Gubernur Edy dan Wagub Musa Rajekshah idealnya turut merasa memiliki Danau Toba,” tuturnya, Selasa (6/8).

Sahat mengingatkan, semua pihak agar fokus menjadikan Danau Toba sebagai tujuan wisata sesuai arah kebijakan pemerintah pusat di sektor parawisata. Salah satu syaratnya mengenai kerambah jaring apung di Danau Toba harus ditutup total.

“SK Gubsu untuk Aquafarm Nusantara bernomor 188.44/209/KPTS/2017 yang ditandatangani Gubernur Sumut mengatur daya dukung Danau Toba untuk industri budidaya ikan yakni 10 ribu ton/tahun dan berlaku 5 tahun sejak dikeluarkan habis tahun 2022 bertabrakan dengan keinginan pemerintah pusat. Sebaiknya Gubernur Edy menerbitkan SK baru menyesuaikan tujuan Danau Toba jadi destinasi wisata baru,” tutur eks Tim Kampanye Jokowi – KH.Ma’ruf Amin ini.

Sahat menyakini aksi GMKI tidak bertujuan lain selain sebagai kontol kepada pemerintah agar serius menyelesaikan pencemaran di Danau Toba.

“Hal yang sama kami lihat dilakukan pemerintah pusat. Mudah – mudahan semua pihak saling gotong – royong membangun infrastruktur Danau Toba dan menyelesaikan masalah-masalah kecil seperti kerambah jaring apung. Sudahi bertengkar karena Aqua Farm, ke depankan dialog dan stop gaya-gaya preman memimpin warga,” pungkasnya. (wol/lvz/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Relawan Indonesia Kerja Cek TKA PLTU Paluh Kurau

MEDAN, Waspada.co.id – Untuk membuktikan informasi yang beredar di media sosial (medsos) mengenai jumlah tenaga ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.