Gubernur Pelajari Aspirasi Pengunjuk Rasa

foto: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu

MEDAN, Waspada.co.id – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Edy Rahmayadi, menjumpai pengunjuk rasa dari kelompok buruh Federasi Serikat Pekerja Niaga, Bank, Jasa, dan Asuransi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP NIBA SPSI) Sumut di depan Kantor Gubernur, Selasa (27/8).

Massa buruh itu menyampaikan sikap menolak revisi Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan serta meminta Gubsu menyampaikan aspirasi mereka ke Presiden Joko Widodo (Jokowi). Mereka menilai rencana revisi itu semakin memberatkan buruh Indonesia karena memuat soal fleksibilitas status kerja dan upah.

“Nanti pesangon tidak ada lagi dan pengusaha semakin semena-mena kepada kami (buruh), untuk itu kami ingin Bapak Gubernur yang sudah seperti ayah menyampaikan penolakan kami kepada Presiden Jokowi,” ujar Ketua FSP NIBA SPSI Sumut, CP Nainggolan.

Untuk diketahui, penolakan ini dimulai dari viral di media sosial tentang draft revisi Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 yang dianggap membahayakan kesejahteraan buruh. Namun Menteri Ketenagakerjaan pun sudah membantah draft tersebut dan mengatakan masih dalam tahap kajian.

“Saya ini adalah perwakilan Pemerintah Pusat untuk Provinsi Sumut, sebelum saya sampaikan pada pihak terkait saya akan pelajari dahulu duduk perkaranya, karena tidak bisa kita mengatakan A, B, dan C kalau belum mempelajarinya. Berikan saya waktu mempelajarinya,” ujar Edy.

“Ke depannya, kalau bisa sampaikan saja langsung ke saya, tukang ojek saja pun bisa langsung bertemu saya, karena kalau begini terus kita, bakal lari investor yang sudah mau membangun di Sumut, kasihan nanti rakyat kita,” ucap Gubsu didampingi Kadis Tenaga Kerja Sumut Harianto Butarbutar. (wol/aa/data2)

editor AUSTIN TUMENGKOL