BNNP Sumut Bakar Sabu 6 Kg dan Ekstasi 1.000 Butir Milik 4 Tersangka

WOL Photo

MEDAN, Waspada.co.id – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Utara memusnahkan barang bukti narkotika hasil tangkapan terhadap empat tersangka.

Pemusnahan barang bukti narkoba dipimpin Kepala BNNP Sumut, Brigjen Pol Atrial, didampingi sejumlah pejabat utama lainnya.

Adapun narkotika yang dimusnahkan, yakni sabu seberat 6.000 gram yang dimusnahkan seberat 5.810,28 gram, dan pil ekstasi 1.000 butir yang dimusnahkan seberat 968 gram.

Pemusnahan narkoba hasil tangkapan beberapa waktu lalu itu, dengan cara dibakar menggunakan mobil incenerator milik BNNP Sumut.

Kepala BNNP Sumut, Brigjen Pol Atrial, mengungkapkan barang bukti narkotika yang dimusnahkan milik dari empat tersangka bernisial berinisial YBL (55) dan OCP (56) warga Malaysia. Kemudian AV (32) dan SR (29) warga Kota Medan.

“Untuk tersanga YBL dan OCP disita barang bukti sabu seberat 6 kg saat penangkapan di tengah Laut Perairan Utara Gesong, Siguragura, Serdangbedagai,” katanya.

Dari hasil pengembangan terhadap dua warga Malaysia, Atrial menuturkan petugas kembali mengamankan dua warga Sumut yang merupakan pemesan barang haram itu.

Ternyata barang haram itu diterima oleh AV di sebuah penginapan Jalan Seituan. Kemudian tersangka AV mengaku diperintah oleh SR untuk mengambil narkoba tersebut.

“Dia mengaku diupah satu juta rupiah perbungkus untuk mengambil sabu itu,” sebutnya.

Tak lama, istri AV datang ke penginapan itu. Wanita berinisial RS itu pun dicokok petugas karena diduga bermufakat dalam kasus ini. RS mengaku disuruh SR datang ke penginapan itu.

Setelah penangkapan suami istri itu, petugas melakukan pengembangan melakukan penangkapan terhadap RS (29) di lobi hotel di kawasan Jalan Danau Toba.

“Dia mengakui menyuruh AV dengan imbalan. Dia juga mengaku barang itu milik P yang saat ini masih diburu,” sebutnya.

Atas perbuatannya para tersangka dijerat dengan Pasal 114 (2) Pasal 112 (2), Pasal 132 UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman maksimal hukuman mati,” pungkasnya. (wol/lvz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN