ATKP Medan Gelar DPM di Kabupaten Pesisir Selatan

WOL Photo

MEDAN, Waspada.co.id – Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan (ATKP) Medan menggelar Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM) di Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat. Ini merupakan komitmen untuk penyebaran pelaksanaan Diklat hingga ke daerah terluar, terisolir, terisolir dan rawan bencana.

Kegiatan yang berlangsung 13-17 Agustus 2018 itu melaksanakan empat Diklat Teknik Listrik yaitu Teknik Las Listrik lingkungan Bandara angkatan XXVIII, Teknik Perawatan AC gedung Bandara angkatan XXV, dan XXVI. Selanjutnya, Teknik Perawatan Elektromekanikal Bandara angkatan XXVI dan XXVII, Fiber Optik angkatan X dan XI, Safety Management System angkatan XXXII dan Human Factor angkatan XXV.

Turut hadir dalam pembukaan Diklat tersebut, Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni, yang juga sekaligus membuka secara simbolis kemudian Kadis Perhubungan Gunawan, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Zulkifli, Kadis Satpol PP dan Damkar Dailipal. Sedangkan dari ATKP Medan, hadir Wakil Direktur ATKP Medan Dwiyanto, Ketua Pelaksanaan DPM Sunardi.

“Para angkatan kerja perlu mengikuti berbagai pendidikan dan pelantikan (Diklat) agar memiliki keahlian untuk masuk ke dunia kerja,” ujar Bupati Pessel Hendrajoni usai membuka Diklat Pemberdayaan Masyarakat, Selasa (13/8) lalu di Hotel Saga Murni.

Lebih lanjut Hendrajoni mengatakan, untuk masuk bekerja dunia usaha, perlu memiliki keahlian yang diperoleh melalui Diklat. Hal itu juga sesuai dengan minat, bakat dan potensi yang dimiliki oleh tenaga kerja itu sendiri.

Bila sudah masuk dalam Diklat, maka tenaga kerja itu hendaknya fokus mengikuti setiap tahapan Diklat dan disiplin, semangat dan selalu mempersiapkan diri secara maksimal.

“Apabila tidak mengerti jangan ragu bertanya. Kemudian instruktur diminta memberikan materi dengan baik dan mudah dicerna oleh peserta, memfasilitasi seluruh kebutuhan peserta sehingga Diklat berjalan lancar,” pintanya.

Bupati juga berharap agar kementerian atau lembaga negara yang memiliki kegiatan Diklat untuk angkatan kerja agar bisa melaksanakannya di Kabupaten Pesisir Selatan. Pasalnya, para angkatan kerja yang ada sangat membutuhkan Diklat untuk modal masuk ke dunia kerja.

“Kita berharap agar Kementerian atau lembaga negara yang memiliki kegiatan Diklat untuk angkatan kerja agar bisa melaksanakannya di Kabupaten Pesisir Selatan. Pasalnya, para tenaga kerja yang ada sangat membutuhkan Diklat untuk modal masuk ke dunia kerja,” ucapnya.

Sementara itu Wakil Direktur ATKP Medan Dwiyanto, mengatakan Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM) adalah salah satu program Nawacita Pemerintah untuk meningkatkan kualitas dan daya saing sumber daya manusia.

DPM merupakan pendidikan dan pelatihan gratis bagi masyarakat yang memiliki ijazah minimal SLTP dan berusia minimal 16 Tahun, dan diklat ini diprioritaskan bagi masyarakat yang tidak memiliki kemampuan secara ekonomis di seluruh wilayah Indonesia, terutama di daerah terluar,terisolir, rawan bencana, dan perbatasan.(wol/mrz/rls/data2)

Editor: SASTROY BANGUN