Harapan JK soal Capim KPK: Jangan Asal Tangkap

Wapres RI, Jusuf Kalla (foto: Okezone)
agregasi

 

JAKARTA – Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) memiliki harapan yang besar kepada Calon Pimpinan (Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2023. Menurut JK, ke depan Pimpinan KPK harus berani dalam menindak kasus rasuah di Indonesia.

“Tentu memilih tokoh yang pertama bersih dan mempunyai keberanian, pengetahuan tentang hukum tentang masalah kenegaraan,” ucap JK kepada Wartawan Usai Bertemu KH Ma’ruf Amin di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (4/7/2019).

Dia juga berharap, Pimpinan KPK mendatang tidak asal tangkap orang. Sebab, ada efek di balik penangkapan yang dilakukan lembaga antirasuah tersebut.

“Jangan asal juga orang yang asal ambil tangkap tentu juga harus dilihat efek-efeknya,” tutur JK.

Advertisement

Selain itu, JK menerangkan, pimpinan KPK selain melakukan penindakan juga harus bisa mencegah terjadinya korupsi di Indonesia. “Oh iya pencegahan,” kata JK tegas.

Sebelumnya diberitakan, data terakhir yang diperoleh pansel pada Rabu 3 Juli 2019 sudah ada 202 orang yang mendaftarkan diri sebagai capim KPK.‎ “Sudah 202 (pendaftar),” kata Ketua Pansel Capim KPK, Yenti Ganarsih kepada Okezone.

Berdasarkan data yang diperoleh Okezone dari Pansel Capim KPK, kebanyakan pendaftar berasal dari unsur advokat (konsultan hukum) dan dosen (akademisi). Berikut rincian pendaftar dari berbagai kalangan berdasarkan data dari Pansel Capim KPK periode 2019-2023.

1. Advokat (konsultan hukum) : 43 pendaftar;

2. Akademisi (dosen) : 40 pendaftar;

3. Korporasi (BUMN, BUMD, swasta) : 20 pendaftar‎;

4. Jaksa atau hakim : 13 pendaftar‎;

5. Anggota Polri : 9 pendaftar;

6. Auditor : 3 pendaftar;

7. Pegawai atau komisioner KPK : 2 pendaftar;

8. Anggota TNI : 0 pendaftar

9. Unsur lain-lain : 72 pendaftar.