_
Home / Medan / PPDB Zonasi Seakan Mengubur Impian Siswa
Annisa (kiri) dan Nur Hazni

PPDB Zonasi Seakan Mengubur Impian Siswa

MEDAN, Waspada.co.id – Komitmen Pemerintah Kota Medan untuk meningkatkan mutu pendidikan di ibukota Provinsi Sumut kembali diuji.

Kekehnya Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan non prestasi Marasutan Siregar menerapkan Permendikbud 51/2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) melalui zonasi membuat sejumlah anak berprestasi mengubur impian mereka masuk ke sekolah favorit.

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dengan sistem zonasi mendapat banyak protes dari wali murid dan murid yang akan mendaftar ke SMP ataupun SMA. Hal tersebut dikarenakan siswa yang berprestasi tidak dapat mendaftar ke sekolah favorit.

Sistem zonasi mengharuskan siswa mendaftar ke sekolah yang memiliki jarak terdekat dari tempat tinggal. Sistem zonasi juga membuat nilai yang diraih siswa saat ujian menjadi tidak terpakai karena telah diseleksi berdasarkan zonasi.

Hal ini dirasakan Annisa, siswi SDN 064974 yang tidak bisa mendaftar ke SMP Negeri 12 Medan. Padahal, sosok periang termasuk salah satu siswa yang berprestasi di sekolahnya.

“Kecewa karena gak bisa daftar di SMP yang diinginkan. Sekolah SMP yang paling dekat dari sini SMP 29. Cuma kan kalau nilai ujian tinggi, harusnya bisa daftar di sekolah yang lebih bagus,” ujarnya, Jumat (21/6).

Hal senada juga dikatakan salah satu siswa di SD Guppi, Nur Hazni. Harapannya untuk masuk ke SMP favorit harus pupus sebab jauhnya jarak tempat tinggal dengan sekolah yang diingkannya.

“Padahal selama ini udah les, biar dapat nilai tinggi. Supaya bisa masuk ke SMP favorit. Akhirnya sekarang harus daftar ke sekolah yang paling dekat. Sekarang jadinya asalkan rumahnya dekat dari sekolah, bisa masuk ke sekolah itu,” sebutnya.

Sistem zonasi sendiri diadakan agar tidak lagi ada klaim dari masyarakat tentang sekolah favorit, di mana akan ada pertukaran kepala sekolah dan guru-guru untuk pemerataan kualitas sekolah.

Masyarakat Kota Medan sendiri, sampai saat ini masih banyak belum mengetahui mengenai PPDB dengan sistem zonasi. Apakah informasi yang kurang masif atau masyarakat yang kurang peduli mencari informasi, menjadi pekerjaan rumah kita bersama. (wol/mrz/ndi/data2)

Editor: Agus Utama

Check Also

Guru PAUD di Batubara Peroleh Insentif Dana APBD 2020

Batubara, Waspada.co.id – Bupati Batubara, Ir H Zahir MAP, mengatakan bahwa Bunda PAUD adalah predikat ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.