Demokrat: SBY Sudah Maafkan Prabowo, Jangan Diperpanjang

Prabowo datangi SBY dalam rangka Takziah Ani Yudhoyono (Foto: Fakhrizal Fakhri/Okezone)

JAKARTA, Waspada.co.id – Presiden RI ke 6 Susilo Bambang Yudhoyono, memang mengaku tidak nyaman dengan pidato Capres RI nomor urut 02 Prabowo Subianto ketika bertakziah meninggalnya istri SBY Ani Yudhoyono. Prabowo menyinggung pilihan politik Ani Yudhoyono semasa hidup dan dianggap tidak pantas dilontarkan dalam suasana duka seperti itu.

Ketua DPP Demokrat Jansen Sitindaon mengatakan, meski merasakan tidak nyaman namun SBY memilih untuk tidak memperpanjang masalah tersebut. SBY, menurut Jansen, dapat memaklumi dan berprasangka baik terhadap Prabowo.

“Semalam di Cikeas usai tahlilan pak SBY menyampaikan arahan kepada kami, soal pernyataan Pak Prabowo ini jangan lagi diperpanjang apalagi terus diributkan di luar. Karena bisa saja Pak Prabowo memang keseleo lidah dan tidak sengaja ketika mengungkapkan itu,” kata Jansen dalam keterangan tertulisnya, Selasa 4 Juni 2019

Jansen mengatakan, publik dan para warganet juga sudah dapat menilai apa yang disampaikan Prabowo tidak tepat. Namun SBY lebih memilih untuk memaafkan Prabowo.

“Karena ini di Bulan Ramadhan dan tanggal 5 besok kita sudah merayakan Idul Fitri, Pak SBY dan keluarga besar menyampaikan telah memaafkan pernyataan Pak Prabowo yang tidak pada tempatnya ini. Dan kami juga meminta kepada media, cukuplah membahas terkait soal ini agar tidak mengganggu suasana keluarga Pak SBY dan Partai Demokrat yang sedang berduka,” ujarnya

SBY menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat dan membiarkan masyarakat yang menilai ucapan Prabowo tersebut. “Terkait tepat tidaknya pernyataan Pak Prabowo itu biarlah publik yang menilai,” imbuhnya. (viva/ags/data1)