Dari Said Didu hingga Haris Azhar, Ini 17 Saksi dari Kubu Prabowo di MK

Sidang sengketa hasil Pilpres 2019 di MK (Arif/Okezone)

JAKARTA – Tim Hukum Prabowo-Sandi menghadirkan 15 orang saksi fakta dan dua saksi ahli sebagaimana keputusan Mahkamah Konstitusi (MK). Dua di antaranya ialah anggota Dewan Pakar Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Said Didu dan aktivis HAM Haris Azhar.

Ketua Tim Hukum Prabowo-Sandi, Bambang Widjojanto (BW), mengatakan pihaknya juga menyiapkan saksi cadangan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dalam sidang kali ini. Saksi cadangan di luar jumlah saksi yang sudah disetorkan.

“Saksi sesuai dengan permintaan mahkamah sudah disiapkan, tapi kami siapkan cadangannya juga,” ucap BW di Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (19/6/2019).

Selain Said Didu dan Haris Azhar, 13 saksi fakta lainnya yakni Agus Maksum, Idham, Hermansyah, Listiani, Nur Latifah, Rahmadsyah, Fakhrida, Tri Susanti, Dimas Yehamura, Beti Kristiani, Tri Hartanto, Risda mardiana dan Hairul Anas. Sedangkan dua saksi ahlinya adalah Jaswar Koto dan Soegianto Sulistiono.

BW mengatakan, pihaknya menghadirkan ahli teknologi informasi (TI) dalam sidang kali ini. Sehingga, nanti pihaknya membutuhkan bantuan tim asistensi untuk memandu komputer atau laptop. Ia pun yakin saksi dan ahli yang dihadirkan adalah yang terbaik.

“Mudah-mudahan bisa memberikan kesaksian yang terbaik,” kata BW.

Sebelum memberikan kesaksiannya, para saksi dan ahli yang dihadirkan pemohon diambil sumpahnya terlebih dahulu dihadapan majelis hakim konstitusi. Saat ini, majelis hakim tengah mendengarkan keterangan saksi fakta atas nama Agus Maksum.