Ini Pekerjaan Tersangka Pengancam Penggal Kepala Jokowi

(Foto: Instagram)

JAKARTA, Waspada.co.id – Hermawan Susanto, tersangka kasus pengancaman terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) diringkus di Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu, 12 Mei 2019 pagi. Diketahui, Hermawan bekerja sebagai karyawan di Yayasan Badan Wakaf Al-Qur’an.

“Yang bersangkutan bekerja di sebuah yayasan badan wakaf Al-Qur’an di kawasan Tebet Timur, Jakarta,” kata Wakil Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi Ade Ary Syam Indradi di Mapolda Metro Jaya, Senin, 13 Mei 2019.

Saat ini, kata Ade, polisi masih memeriksa Hermawan secara intensif. Hal tersebut dilakukan guna mengungkap motif Hermawan mengancam Jokowi dalam video yang sempat viral di media sosial.

“Tersangka masih dilakukan pendalaman untuk mengetahui motif dan latar belakang (menyerukan ancaman pemenggalan terhadap presiden),” katanya.

Ade menambahkan, tersangka dapat dijerat dengan pasal makar karena dianggap mengancam keamanan negara. Selain itu, ia juga mempunyai niat untuk membunuh kepala negara, yakni Presiden Jokowi.

“Tersangka dijerat Pasal 104 KUHP dan atau Pasal 110 KUHP, Pasal 336 dan Pasal 27 Ayat 4 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik karena yang bersangkutan diduga melakukan perbuatan dugaan makar dengan maksud membunuh dan melakukan pengancaman terhadap presiden,” kata Ade.

Sebelumnya, jagat media sosial Twitter digegerkan dengan beredarnya sebuah rekaman video yang memperlihatkan para pendemo berteriak ‘penggal kepala Jokowi’ saat menggelar aksi di kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pada Jumat, 10 Mei kemarin.

Dalam video yang viral tersebut, pria kelahiran 8 Maret 1994 tersebut diduga melakukan ujaran bernada ancaman pembunuhan pada simbol negara yakni Presiden saat berada di tengah aksi demonstrasi di depan kantor Bawaslu.

Hermawan Susanto dijerat dengan tindak pidana kejahatan terhadap keamanan negara dan tindak pidana di bidang ITE dengan modus Pengancaman Pembunuhan terhadap Presiden RI yang sedang viral di media sosial saat sekarang ini sebagaimana dimaksud dalam pasal 104 KUHP dan Pasal 27 ayat 4 junto pasal 45 ayat 1 UU RI no 19 tahun 2016 perubahan atas UU RI no 11 tahun 2008 tentang ITE. (viva/ags/data2)