Serah Terima Pasar Kampung Lalang Tertunda, Ini Alasannya

Boydo HK Panjaitan. (WOL Photo)

MEDAN, Waspada.co.id – Proses serah terima Pasar Kampung Lalang yang semula dijadwalkan 5 Maret 2019 dipastikan ditunda. Hal itu terungkap setelah Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi C dengan Dinas PKP2R, PD Pasar dan pihak terkait lainnya secara tertutup, Senin (4/3).

Ketua Komisi C DPRD Medan, Boydo HK Panjaitan, menjelaskan ditundanya serah terima Pasar Kampung Lalang yang semula direncanakan, Selasa (5/3) hari ini, karena beberapa hal yang belum bisa dipenuhi kontraktor.

“Serah terima kita undur dulu karena kesiapan mereka (kontraktor, red). Ada beberapa hal yang belum bisa dipenuhi pihak kontraktor. Seperti genset sampai sekarang belum terpasang di sana. Tentu itu akan menjadi persoalan. Spek sound system yang sudah dipasangkan belum bisa disertakan dan dilampirkan apakah sesuai ataupun tidak dengan yang ada di lapangan. Jadi ada kekurangan sehingga kita minta kontraktor segera serahkan genset spek tersebut,” jelas Boydo usai RDP.

Menyikapi ditundanya serah terima besok, Boydo mengatakan pihaknya menambah waktu hingga 3×24 jam agar kontraktor segera memenuhi beberapa hal.

“Setelah besok tanggal 5 Maret 2019, kita kasih 3×24 jam kepada kontraktor untuk bereskan semua dan harus tandatangani berita acara Provisional Hand Over (PHO) itu setelah tanggal 5. Kita sudah ultimatum PKP2R untuk segera menyurati kontraktor. Kita tegas saja,” ujarnya.

Jika sampai batas tambahan waktu pihak kontraktor juga tak bisa memenuhi, Boydo menjelaskan pihaknya sudah membuat rekomendasi agar Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan untuk mengambil paksa Pasar Kampung Lalang dari kontraktor.

“Kalau tidak dipenuhi, maka dengan itu kita rekomendasi agar Sekda segera ambil paksa Pasar Kampung Lalang dari kontraktor. Tentu itu dengan catatan yang sesuai untuk segera dilaporkan dengan BPKAD. Itu akan dicatat sebagai piutang,” katanya.

Untuk itu, lanjut Boydo, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Sekda Medan jika batas waktu 3×24 jam pihak kontraktor belum bisa memenuhinya.

“Jika belum dipenuhi, Senin (11/3) pekan depan kita (Komisi C) akan berkoordinasi dengan Sekda untuk ambil paksa. Tanggal 12 harus sudah diserahkan ke PD Pasar, agar bisa segera digunakan,” ketusnya.

Dalam hal ini, Boydo menjelaskan pihaknya lebih mengutamakan untuk mengamankan aset negara. Apalagi, kontrak pengerjaan Pasar Kampung Lalang sudah selesai. Jadi menurutnya, pengambilan paksa merupakan jalan agar aset daerah segera bisa digunakan.

“Oktober-kan kontraknya sudah berakhir, ditambah adanya adendum 2 bulan kontrak sudah berakhir, namun belum juga serah terima. Harusnya bisa diambil paksa apa yang sudah menjadi aset Pemko. Pembayaran harus dilaksanakan, itu dimasukkan di P-APBD 2019,” pungkasnya.(wol/mrz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN