Inalum Disarankan Tak Gunakan Lagi Bahan Baku Impor

foto: bumn.go.id
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – Ketua Komisi VII DPR RI Gus Irawan Pasaribu menyarankan agar Inalum tak lagi mengimpor bahan baku.

Dalam beberapa kali kunjungan ke sana, menurut Gus Irawan Pasaribu, ada beberapa saran yang disampaikannya ke perusahaan yang sudah diambil alih Indonesia tersebut. Terutama soal kondisi danau toba yang merupakan sumber air untuk pembangkit listrik PT Inalum.

“Jadi kita berharap PT Inalum bekerjasama dengan Pemda se-kawasan danau toba dibantu pemerintah pusat, untuk menanami kembali hutan gundul di kawasan danau toba, agar debit air danau toba tetap stabil,” sebut Gus Irawan, baru-baru ini.

Selain soal kondisi air danau toba, Gus Irawan juga menyoroti soal bahan baku pembuatan Aluminium yaitu Alumina yang selama ini masih harus diimpor dari luar. Gus Irawan mengatakan, impor bahan baku tersebut mempengaruhi devisa negara.

“Jadi impor itu kan menguras devisa juga. Sementara sampai sekarang Inalum masih harus mengimpor bahan baku dari luar, ini yang harus kita dorong agar tidak impor lagi,” kata Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPR RI ini.

iklan

Menanggapi impor bahan baku ini, Direktur Pelaksana Inalum, Oggy Achmad Kosasih mengaku jika PT Inalum sudah mulai mendirikan pabrik untuk memroduksi bahan baku aluminium tersebut di Kalimantan Barat. Alumina sendiri didapat dari hasil peleburan biji bauksit.

“Kita memang sudah memikirkan ini, apalagi permintaan pasar untuk aluminium saat ini terus meningkat. Jadi sekarang kita sudah mulai produksi alumina ini di Kalimantan Barat, mudah-mudahan tahun 2023 sudah berproduksi,” sebut Oggy. (wol/min/data2)

Editor: Agus Utama

Iklan