_
Home / Warta / Ekonomi dan Bisnis / Dorong Pariwisata, Pemda Diminta Gandeng PHRI
Ketua PHRI Sumut, Denny S Wardhana (paling kanan), Sekretaris Dewi Juita Purba dan Ketua Bidang Organisasi Eva Christina Ginting menghadiri Rakernas ke-50 PHRI di Jakarta, Sabtu (16/2) kemarin. (WOL Photo/Ist)

Dorong Pariwisata, Pemda Diminta Gandeng PHRI

JAKARTA, Waspada.co.id – Ketua Umum Perhimpunan Hotel Dan Restoran Indonesia (PHRI) Haryadi Sukamdani mengingatkan agar pemerintah provinsi, kabupaten dan kota menggandeng PHRI di seluruh wilayah Indonesia untuk bekerjasama mendorong peningkatan kontribusi sektor pariwisata.

Hal itu disampaikannya di hadapan para pengurus seluruh Indonesia dalam rangkaian Rakernas PHRI ke-50 di Jakarta, yang dihadiri Presiden RI Joko Widodo, Sabtu (16/2) kemari.

Hadir juga dalam Rakernas perwakilan dari Sumut yang dipimpin langsung Ketua PHRI Denny S Wardhana, Sekretaris PHRI Dewi Juita Purba, Ketua Bidang Organisasi Eva Christina Ginting yang berbaur dengan seluruh utusan dari Indonesia.

Kunci sukses pariwisata Indonesia, kata Haryadi, akan terletak pada sinergi para stakeholder di daerah. “Pemerintah daerah harus duduk sama dengan PHRI untuk menciptakan kontribusi yang lebih besar dari pariwisata. Semua regulasi, aturan, kebijakan harus dibahas bersama,” jelasnya.

Sebab jika ternyata ada kebijakan yang dikeluarkan tanpa mendengar respon pelaku industrinya nanti bisa kontraproduktif terhadap pariwisata itu sendiri, jelasnya. “Tentu sinergi tersebut dengan sendirinya akan meningkatkan investasi di sektor pariwisata termasuk hotel dan restoran,” jelasnya.

Haryadi Sukamdani mengungkapkan peningkatan investasi di sektor hotel dan restoran sudah terlihat sejak 2015 yang mencapai Rp12 triliun di seluruh Indonesia.

“Kemudian pada 2016 Rp13,7 triliun, terus bertambah di 2017 menjadi Rp19 triliun. Hingga semester 1-2018 data yang didapatkan PHRI menunjukkan pertambahan investasi RP7,9 triliun. Akumulasi investasi mencapai Rp52,71 triliun dalam periode tersebut,” jelasnya.

Dengan demikian pemerintah sebenarnya berhasil meningkatkan iklim investasi yang baik, kata dia. “Begitu besar harapan kami agar PHRI di daerah selalu dilibatkan, sebab tanpa kontribusi PHRI malah bisa berdampak negatif pada sektor ini,” jelasnya.

Secara umum, industri pariwisata memang mengalami kemajuan, tapi melihat kondisi yang terjadi sekarang seperti kenaikan tarif pesawat serta pengenaan bagasi berbayar malah akan menghantam sektor ini karena menghambat mobilisasi wisatawan terutama domestik, tuturnya.

“Kita sekarang sedang berupaya mendorong jumlah kunjungan wisatawan lebih banyak ke Indonesia, baik itu wisman juga wisatawan nusantara. Kalau kemudian ada kebijakan yang tidak mendukung, terutama kebijakan pemerintah daerah, otomatis akan berpengaruh secara langsung,” ujarnya.

Haryadi Sukamdani menilai kebijakan pemerintah pusat sudah sangat memihak ke sektor pariwisata. “Kita bisa lihat dari anggaran yang dialokasikan untuk pariwisata sejak 2014 terus mengalami kenaikan. Jika pada 2014 anggaran sektor pariwisata baru Rp1,2 miliar maka tahun 2018 sudah menjadi Rp3,4 triliun. Tahun ini malah menjadi Rp3,8 triliun,” jelasnya.

Kebijakan pusat pasti signifikan dan berpengaruh positif terhadap arus kunjungan wisatawan. “Jadi harapannya pun di daerah membentuk pola yang sama, pemerintah provinsi, kabupaten dan kota mengalokasikan anggaran lebih fokus, menggandeng PHRI untuk setiap kebijakan yang akan dikeluarkan sampai kemudian industri ini benar-benar menjadi sektor utama pendorong pertumbuhan ekonomi,” ungkapnya.

Ketua PHRI Sumut Denny S Wardhana dan Sekretaris PHRI Dewi Juita Purba menyambut baik keinginan BPP PHRI. “Selama Rakernas di Jakarta kita mendapat banyak sekali masukan untuk pengembangan sektor pariwisata. Semua dibahas lebih detil. Tentu saja keinginan bapak ketua umum agar pemda melibatkan PHRI di wilayah masing-masing sesuatu yang sangat positif.”

Keinginan itu sebenarnya agar ada sinergi secara bersama-sama mengembangkan sektor pariwisata yang banyak melibatkan rantai bisnis lain, jelasnya. “Jika sektor pariwisata berkembang, hotel dan restoran maju maka rantai bisnisnya seperti petani sayur, peternak, pengusaha kecil akan ikut menikmati. Jadi kita memang harus sama-sama bersinergi,” kata Denny S Wardhana. (wol/min/data2)

Editor: Agus Utama

Check Also

Pariwisata Berperan Dalam Pembangunan Ekonomi Bangsa

MEDAN, Waspada.co.id – Keberadaan sektor pariwisata telah mengambil peran penting dalam pembangunan perekonomian bangsa-bangsa di dunia. Hal ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.