BPP Apresiasi PHRI Sumut Terbaik Dalam Membership

Presiden RI Joko Widodo, Ketua PHRI Haryadi Sukamdani serta seluruh Ketua BPD PHRI se-Indonesia termasuk Ketua PHRI Sumut Denny S Wardhana foto bersama di rangkaian Rakernas ke 50 yang digelar di Jakarta. (Ist)

JAKARTA, Waspada.co.id – BPP PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) mengapresiasi PHRI Sumut sebagai yang terbaik dalam pengelolaan membership (keanggotaan). Hal itu disampaikan Ketua Umum PHRI Haryadi Sukamdani di sela-sela Rakernas ke 50 PHRI di Jakarta, Senin (18/2) kemarin.

Menurut dia, apresiasi ini pantas diberikan jika dilihat dari tata kelola dan akumulasi keanggotaan (membership) di PHRI Sumut. “Saya lihat pengelolaan membership di PHRI Sumut patut ditiru karena cukup aktif,” jelasnya.

BPP PHRI melihat dalam pengelolaan keanggotaan di Sumut sudah dilakukan dengan cara yang sangat transparan dan mengakomodasi kepentingan semua member, jelas Haryadi. “Itu yang kita lihat ya sehingga kemudian kita memberi apresiasi terhadap PHRI Sumut,” jelasnya.

Dia mengatakan BPD PHRI seluruh daerah didorong mengakomodasi kepentingan semua anggota. “Saya kira nanti Sumut ini menjadi salah satu BPD yang paling aktif jika kita melihat road map pariwisata nasional yang menjadikan Danau Toba sebagai salah satu destinasi utama wisata.”

Kehadiran hotel baru, restoran serta destinasi wisata lain yang ditawarkan Danau Toba akan membuat PHRI Sumut menjadi salah satu pihak yang akan menghubungkan antara kepentingan pelaku usaha (industri), pemerintah dan masyarakat setempat, jelasnya.

Dengan capaian yang sudah dilakukan PHRI Sumut diharapkannya menjadi motivasi bagi pengurus di semua daerah untuk menjalankan roda organisasi lebih kencang sebab saat ini sektor pariwisata sebagai penyangga utama perekonmoian nasional, jelasnya.

“Coba kita lihat bahwa hotel dan restoran adalah penyumbang utama investasi bidang pariwisata yang tumbuh rata-rata 20 persen sepanjang 2013-2017. Dimana lebih dari 70 persen dari investasi sektor pariwisata adalah hotel dan restoran,” katanya.

“Dalam perkembangan bisnis tentu saja ada banyak aturan, kebijakan, atau regulasi yang harus sama-sama disikapi pelaku industri. Saat itulah PHRI terlihat hadir di tengah anggotanya,” kata Haryadi Sukamdani.

Sementara itu Ketua BPD PHRI Sumut Denny S Wardhana didampingi Sekretaris PHRI Dewi Juita Purba mengucapkan terimakasih atas apresiasi itu. “Kita semua yang ada di Sumut menyampaikan terimakasih atas apresiasi yang disampaikan,” jelasnya.

Menurut Denny S Wardhana, pihaknya akan berupaya untuk transparan dan melaporkan perkembangan keanggotan ke pusat. “Kami selalu berkoordinasi dengan pusat. Perkembangan anggota kita update dan hal-hal yang terjadi di Sumut juga kita sampaikan.”

Dia mengatakan dalam menjaga tata kelola organisasi yang sudah berjalan dengan baik PHRI Sumut selalu berupaya hadir di tengah anggota. “Apa yang dibutuhkan oleh semua anggota kita coba carikan solusinya, kemudian berkoordinasi dengan pihak terkait. Jadi PHRI Sumut ini dirasakan kehadirannya,” kata Denny.

Pada prinsipnya, menurut dia, PHRI Sumut ini sebagai wadah mempertemukan kepentingan industri dengan pemerintah sebagai regulator. “Ke depan tugas PHRI Sumut akan lebih banyak seiring penetapan Danau Toba sebagai salah satu destinasi utama wisata. Kami dengar mulai tahun ini banyak rencana pembangunan hotel dan fasilitas di sana,” ujarnya.

“Kita ingin pembangunan dan pengembangan Danau Toba mengedepankan local wisdom. Sehingga mereka yang masuk ke sana tidak selalu merasa seperti stranger. Di kawasan Danau Toba ada banyak kearifan lokal yang harus diperhatikan. Sehingga sambutan masyarakat pun tetap positif kepada siapa saja yang membangun di kawasan tersebut,” jelasnya.

Namun perlu digarisbawahi keluhan yang sering muncul terhadap Danau Toba adalah kualitas sumberdaya manusia, tutur Denny S Wardhana lagi. “Kami akan fokus dengan masalah ini agar Danau Toba sebagai destinasi utama dapat menunjukkan wajah tuan rumah yang sangat ramah menyambut siapa pun yang datang,” katanya. (wol/min/data2)

Editor: Agus Utama