_
Home / Sumut / Relawan Indonesia Kerja Cek TKA PLTU Paluh Kurau
WOL Photo

Relawan Indonesia Kerja Cek TKA PLTU Paluh Kurau

MEDAN, Waspada.co.id – Untuk membuktikan informasi yang beredar di media sosial (medsos) mengenai jumlah tenaga kerja asing yang bekerja di proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) milik investor PT Sanghai Corporation yang bekerjasama dengan PT Mabar Elektrindo di Deliserdang, Sumatera Utara, Relawan Indonesia Kerja (RIK) blusukan di Desa Paluh Kurau.

Sekretaris Jenderal RIK, Ihutan Pane, mengatakan sebagai relawan setia di basis desa mendukung Joko Widodo – KH. Ma’ruf Amin, isu ribuan TKA asal Cina yang bekerja di Desa Paluh Kurau, Hamparan Perak perlu dicek kebenarannya agar tidak terlanjur jadi kabar liar.

“Tujuan RIK blusukan ke sana ingin membuktikan apakah benar ada ribuan TKA dari Tiongkok di sana. Apalagi kami membaca di medsos disebut TKA asal Cina itu ilegal. Informasi itukan merugikan Pak Jokowi jika tidak dicek kebenaranya,” ujarnya, Jumat (25/1).

Fakta yang sebenarnya, sambungnya, tidak ada serbuan TKA asal Cina bekerja di PLTU Paluh Kurau. “Tidak ratusan apalagi ribuan. Hanya ada tujuh orang pekerja asing di PLTU Paluh Kurau,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Daerah RIK Dapil Sumut II, Yori Barus, saat blusukan ke Desa Paluh Kurau, RIK malah mendapati fakta Desa Paluh Kurau terancam tenggelam.

“Kami himpun berbagai masalah di Desa Paluh Kurau saat menemui kepala desa dan warga. Kami kaget bahwa rumah 5 ribuan warga Paluh Kurau terancam tenggelam karena ternyata desa itu dikelilingi laut,” jelasnya.

Untuk mencegah desa tenggelam, lebih lanjut dikatakan Yori, warga mengandalkan empat pintu kontrol (pintu klep) dan tanggul untuk mencegah air laut masuk.

“Namun saat ini ada dua pintu klep yang rusak. Untuk menggantinya diperlukan anggaran ratusan juta rupiah dan izin dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam,” ujarnya.

Bendahara DPP RIK, Alian Napiah Siregar, menambahkan sedang mencari cara agar pintu klep pengendali air laut bisa diganti.

DPP RIK, sambung Alian, sudah menyampaikan masalah itu kepada Dewan Pembina RIK dan akan menyurati Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU.

“Karena kalau menunggu anggaran pemerintah Deliserdang atau Sumut bisa-bisa tanggul jebol dan menyebabkan ribuan jiwa terancam,” pungkasnya. (wol/lvz/data1)
Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Tengku Erry: Dana Desa Bertambah Setiap Tahun

DELI SERDANG, Waspada.co.id – Tokoh Sumatera Utara, Tengku Erry Nuradi berbaur bersama masyarakat Desa Klumpang ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.