_
Home / Warta / Indonesia Hari Ini / Irwandi Yusuf Ngaku Tak Tahu Aliran Suap untuk Aceh Marathon
(Putera/Okezone)

Irwandi Yusuf Ngaku Tak Tahu Aliran Suap untuk Aceh Marathon

agregasi

 

JAKARTA – Gubernur non-aktif Aceh, Irwandi Yusuf‎ menyangkal mengetahui adanya aliran uang suap terkait proyek dana otonomi khusus Aceh untuk kegiatan Aceh Marathon 2018. Dia mengklaim tidak tahu aliran uang suap dari Bupati Bener Meriah, Ahmadi.

“Saya enggak pernah tahu ada uang dari Bupati (Ahmadi). Saya enggak tahu,” kata Irwandi saat menjalani sidang perkara dugaan suap terkait proyek dana otonomi khusus Aceh di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (10/12/2018).

Menurut Irwandi, alokasi dana kegiatan Aceh Marathon 2018 s‎esuai dengan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Aceh. Sehingga, dia membantah adanya aliran suap untuk Aceh Marathon.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh Nova Iriansyah menyatakan bahwa Irwandi Yusuf tidak terlibat dalam pelaksanaan kegiatan Aceh Marathon. Hal itu diungkapkan Nova saat bersaksi untuk Irwandi Yusuf pada persidangan hari ini.

“Setahu saya beliau tidak terlibat dalam Aceh Marathon,” kata Nova.

Menanggapi keterangan Nova Iriansyah, Penasihat Hukum Irwandi Yusuf, Sirra Prayuna menyebut anggaran Aceh Marathon sudah dikemas secara profesional melalui APBD 2018.

“Dana Aceh Marathon ada di RAPBD. Tapi karena ditolak oleh DPR, maka setelah konsultasi 60 hari kepada Kementerian Dalam Negeri kemudian gubernur menerbitkan pergub. Artinya jelas platform anggaran Aceh Marathon sudah ada di RAPBA,” kata Sirra.

Irwandi

Diketahui sebelumnya, Irwandi Yusuf didakwa bersama-sama dengan stafnya, Hendri Yuzal dan Teuku Saiful Bahri menerima suap sebesar Rp1.050.000.000 dari Bupati Bener Meriah Aceh‎, Ahmadi. Uang tersebut diberikan Ahmadi kepada Irwandi dalam tiga kali tahapan.

Menurut Jaksa, uang tersebut sengaja diberikan Ahmadi kepada Irwandi agar mendapatan program kegiatan pembangunan yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) tahun anggaran 2018.

Irwandi juga didakwa‎ menerima gratifikasi sebesar Rp8.717.505.494 oleh tim Jaksa. Gratifikasi senilai Rp8,7 miliar itu diterima Irwandi Yusuf dalam kurun waktu setahun dari 2017 sampai 2018.

Irwandi mulai menerima gratifikasi pada November 2017 sampai ‎Mei 2018 dari rekening atas nama Muklis di tabungan Bank Mandiri. Total uang yang diberikan Muklis kepada Irwandi dalam kurun waktu enam bulan sebesar Rp4.4 miliar.

Kemudian, Irwandi menerima juga uang melalui Fenny Steffy ‎Burase sebesar Rp568 juta sejak Oktober 2017 hingga Januari 2018. Uang sebesar Rp568 juta tersebut diterima Steffy dari Teuku Fadhilatul Amri atas perintah orang kepercayaannya Irwandi, Teuku Saiful Bahri.

Check Also

Istri Siri Irwandi Yusuf Akhirnya Penuhi Panggilan KPK

JAKARTA, Waspada.co.id – Istri siri Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Jusuf, Steffy Burase, akhirnya memenuhi panggilan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.