_
Home / Fokus Redaksi / Ini Identitas Mahasiswa Korban Tewas Longsor di Pemandian Daun Paris
(Ist)

Ini Identitas Mahasiswa Korban Tewas Longsor di Pemandian Daun Paris

KARO, Waspada.co.id – Longsor yang mengakibatkan ambruknya tempat wisata di Pemandian Daun Paris, Desa Raja Berneh, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo, sekira pukul 06.00 WIB, Minggu (2/12), telah menelan korban jiwa sedikitnya tujuh orang mahasiswa dan mahasiswi asal Medan.

Berdasarkan data dan informasi yang dihimpun dari Kepolisian setempat, merilis data sementara korban longsor yang meninggal dunia, yakni;

1. Santika Theresia, Perempuan.
2. Emiya Br Tarigan, Perempuan, Alamat Suka Makmur.
3. Mones, Perempuan.
4. Enjelita Br Ginting (22), Alamat Jln Penerbangan Padang Bulan Medan.
Dan 3 (tiga) orang lainnya belum diketahui identitasnya.

Adapun korban luka-luka sebagai berikut;

1). Andika (23) asal Medan, dengan kondisi luka lecet di kaki kiri.
2). Novita Sari (19), Simp. Ujung Aji Karo Berastagi, kondisi luka robek di telinga kanan, mata kanan memar dan bengkak, bengkak pada kepala bagian kanan.
3). Afinda (22), asal Desa Bukit Kecamatan Dolatrayat, kondisi kedua persendian tangan tidak bisa digerakkan.
4). Desa Br. Sinambela (21), asal Binjai, dengan kondisi kedua pergelangan tangan sakit.
5). Putri Yolanda (19), asal Desa Gongsol Kecamatan Merdeka, kondisi persendian tangan kanan sakit dan tidak bisa digerakkan.
6). Janeta (18), alamat Jln. Samura Gg Cendrawasih, kondisi pinggang sakit.
7). Indra (21), kondisi lutut kiri lecet.

(Antaranews Sumut)

Kapolsek Simpang Empat AKP. Nazrides Syarif SH beserta anggota dibantu Danramil Simpang Empat Kapten Inf J. Surbakti dan anggota, langsung mendatangi tempat kejadian longsor.

Personil jajaran Polres Tanah Karo langsung melakukan evakuasi tempat kajadian karena diduga masih ada korban yang tertimpa longsor dan melakukan pendataan terhadap korban sementara.

Kapolsek Simpang Empat mengimbau, agar seluruh warga sekitar tetap waspada bila terjadi hujan lebat. Khususnya warga yang memiliki rumah di atas maupun di bawah bukit untuk mengungsi sementara ke tempat yang aman. “Hal ini untuk menghindari bertambahnya korban jiwa jika terjadi longsor susulan,” katanya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Karo, Martin Sitepu ketika dikonfirmasi menjelaskan, semua korban atau tujuh orang meninggal dunia berada di RS Amanda. Sedangkan sembilan yang cedera, tujuh orang berada di RS Amanda dan dua orang lainnya di RS Efarina Berastagi.

Dari tujuh korban meninggal dunia, lima orang sudah terindentifikasi dan dua lainnya berjenis kelamim perempuan belum terindentifikasi. Dari hasil pendataan sementara semua korban merupakan mahasiswa Univertas Prima Indonesia Medan yang sedang berwisata di pemandian itu.

Martin mengakui, beberapa pekan terakhir di kawasan Karo cenderung terjadi curah hujan yang tinggi. “Tim masih terus melakukan pencarian di lokasi sembari mencari tahu data lebih lanjut. Siapa tahu ada korban lainnya,” ujar Martin menambahkan. (wol/ags)

Editor: Agus Utama

Check Also

Penjelasan UNPRI Soal 7 Mahasiswanya Yang Tewas di Pemandian Daun Paris

MEDAN, Waspada.co.id – Rektor Universitas Prima Indonesia (UNPRI), Chrismis Novalinda Ginting, menyampaikan belasungkawa dan turut ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.