_
Home / Fokus Redaksi / Maling Tikam PRT Hingga Tewas Butuh Uang Kuliah
WOL Photo/Gacok

Maling Tikam PRT Hingga Tewas Butuh Uang Kuliah

MEDAN, Waspada.co.id – Ricard Trumen Purba (23) pelaku penikaman yang menewaskan, Jenni (22) pembantu rumah tangga karena ketahuan maling dengan masuk ke dalam rumah di Jalan Bunga Sedap Malam XV, Kelurahan Sempakata, Kecamatan Medan Selayang, butuh uang kuliah.

Hal itu terungkap saat Kapolsek Sunggal Kompol H Yasir Ahmadi, didampingi Wakapolsek AKP H Enan Surbakti SH, Kanit Reskrim Iptu Philip Purba SH MH, dan Panit II Reskrim Ipda J Simamora SH, menggelar konferensi pers, Senin (26/12).

“Jadi pengakuan tersangka terdesak uang kuliah. Dimana sebelumnya tersangka sudah diberikan/dikirim uang kuliah oleh orangtuanya. Tapi uang itu dihabiskan, sehingga tersangka bingung mencari uang tersebut dan nekat melakukan aksinya,” ungkap Yasir.

Secara rinci Yasir menuturkan, tersangka terlebih dahulu datang ke rumah tempat korban bekerja sekira Pukul 19.00 WIB dengan maksud meminta bantuan dana untuk acara Natal dan bertemu anak majikan korban.

“Saat membawa proposal, tersangka diberitahu anak majikannya jika orang tuanya tengah tak berada di rumah dan akan menginap di salah satu hotel di Medan. Sejak itu, timbul niat jahat tersangka dan muncul untuk kejahatan,” jelas mantan Kapolsek Patumbak ini.

Lanjutnya, usai menyusun rencana tersangka pun langsung mendatangi rumah korban sekitar pukul 03.30 WIB sembari membawa tas ransel dan pisau. Kemudian tersangka memanjat pagar kediaman korban dan masuk melalui pintu utama.

“Sesampainya di dalam rumah, tersangka terkejut mendengar suara korban dari kamar dekat garasi. Spontan tersangka kalut dan langsung secara diam-diam menuju kamar korban dan menikamnya mengenai bagian leher hingga tewas,” terang Yasir.

Ditambahkan, usai menghabisi nyawa korban pelaku langsung mengambil harta benda di dalam rumah tersebut berupa 1 buah jam, batu akik, dan parfum.

“Semua barang curiannya dimasukkan tersangka ke dalam tas ransel yang sudah dipersiapkannya. Selanjutnya tersangka langsung kabur meninggalkan lokasi,” akunya.

Saat disinggung bagaimana pihaknya bisa mengungkapkan dan menangkap tersangka, Yasir mengaku jika kartu identitas serta almamater tersangka tertinggal di lokasi.

“Jadi dari barang tersangka yang tertinggal di lokasi, kita mendapat petunjuk dan berhasil mengamankan tersangka. Namun karena melawan dan mencoba kabur, kita terpaksa memberi tindakan tegas dengan menembak kedua kaki tersangka,” bebernya.

“Tersangka kita jerat Pasal 340 subs 338 subs 365 KUHPidana dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” tegas Yasir.

Sementara tersangka mengaku jika dirinya nekat beraksi karena mengetahui rumah dalam keadaan kosong.

“Aku butuh uang untuk bayar uang kuliah bang, makanya aku nekat. Dan aku berani pun karena anak majikannya bilang sama aku rumah kosong, makanya aku nekat aja,” pungkasnya. (wol/gacok/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Pelaku Curanmor Tewas Dihajar Warga

MEDAN, Waspada.co.id – Dua pelaku pencurian sepeda motor dihajar warga di Jalan Setia Budi, Pasar ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.