Polisi Tembak Maling di Rumah Otto Van Binsar CK

WOL Photo

MEDAN, Waspada.co.id – Timsus Kriminal Polsek Medan Sunggal terpaksa menembak tersangka diduga berulangkali melakukan pencurian di rumah Otto Van Binsar CK Kaban alias Otto dengan kerugian barang senilai Rp100 juta.

Dari tersangka AN alias D (25) warga Jalan Pembangunan, Km 12, Gang Pelajar, Kecamatan Sunggal, polisi menyita barang bukti, berupa satu unit AC merek SHARP (in door dan out door), 2 buah guci besar, 1 buah guci kecil, 8 buah mangkok kaca berwarna merah, 25 buah piring, linggis, obeng, dan lainnya.

“Sebelumnya seorang rekan tersangka berinisial JWS alias J (31) warga Jalan Bunga Teratai, Pasar II, Padang Bulan sudah ditangkap terlebih dulu. Sedangkan dua pelaku lagi sudah masuk DPO (Daftar Pencarian Orang),” ujar Wakapolsek Medan Sunggal, AKP H.Enan Surbakti SH, Selasa (30/10).

Mantan Kanit Sabhara didampingi Kanit Reskrim Iptu Philip A Purba SH MH, Panit Lantas Ipda AG Lubis SH dan Panit II Reskrim Ipda J Simamora SH kepada Waspada Online, menjelaskan komplotan mereka cukup meresahkan. Mereka beraksi pada saat korban berada di Jalan Mahoni, Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur.

Awalnya, Minggu (23/9) korban mendapat telepon dari adik ipar, Erna Girsang bahwa barang-barang dalam rumah di Medan berserakan bahkan pintu rumah hilang dan barang juga hilang.

Tiga hari kemudian kasusnya diteruskan kepada pihak berwajib. Dengan gerak cepat Timsus Reskrim dipimpin Iptu Philip A Purba dibantu Ipda J Simamora langsung turun ke lokasi.

Setelah berbagai keterangan di lapangan dikumpulkan, pertama ditangkap tersangka JWS alias J, dia berperan sebagai pencuri dan penjual barang hasil curian.

Ketika diinterogasi tersangka Itu “nyanyi” dan terus menangkap tersangka AN alias D. Sehingga terpaksa ditembak kakinya karena mencoba melakukan perlawanan.

Secara terpisah, Waspada Online tanyakan kepada Kanit Reskrim Iptu Philip A Purba, berapa kali para tersangka beraksi, menyebutkan ada enam kali melakukan pencurian barang dengan kerugian sekitar Rp100 juta.

“Diimbau kepada dua tersangka yang belum tertangkap, agar segera menyerahkan diri sebelum diambil tindakan tegas,” tukas Philip.(wol/gacok/data2)

Editor: SASTROY BANGUN