_
Home / Medan / DPO Kasus Persekusi Ibu dan Anak Masih Diburu
WOL Photo

DPO Kasus Persekusi Ibu dan Anak Masih Diburu

MEDAN, Waspada.co.id – Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto, menegaskan jika pihaknya hingga kini masih memburu tersangka persekusi ketua ormas berinisial MP yang sudah ditetapkan menjadi daftar pencarian orang (DPO).

“Sekali lagi kami imbau kepada pelaku untuk segera menyerahkan diri ke Polrestabes Medan guna mempertanggungjawabkan perbuatannya. Bagi siapa saja yang dengan sengaja melindungi dan membantu orang yang masuk dalam DPO untuk melarikan diri, akan ditindak tegas dan dijerat pidana,” imbaunya dengan tegas, Rabu (3/10).

Disinggung adanya upaya oknum-oknum untuk meminta supaya status DPO terhadap MP dihapuskan, Kapolrestabes kembali menegaskan hingga kini tersangka masih berstatus DPO.

“Jika MP tidak bersalah, kenapa tersangka kabur. Intinya tersangka hingga kini masih DPO kita dan tetap kita buru terkait kasus aksi persekusi terhadap Siliyana Angelita br Manurung dan ibunya, Maya warga Jalan Jermal 15 Ujung Keramat Indah, Kecamatan Medan Denai,” ungkapnya.

Diketahui, aksi persekusi yang dilakukan MP berawal dari curhatan hati Siliyana Angelita Manurung, melalui media sosial yang mengaku dianiaya bersama ibunya oleh warga di wilayah tempat tinggalnya.

Angelita yang tinggal di daerah Medan Estate, Deliserdang ini, meminta tolong kepada warganet, lembaga bantuan hukum (LBH), dan para jurnalis untuk menolongny dan ibunya yang menjadi korban persekusi.

Melalui video yang diunggah di akun Facebooknya, Rabu (12/8), Angelita dengan bekas lebam masih nampak di wajahnya, menceritakan kejadian sambil menangis.

Menurutnya, Selasa (11/9) malam, dua orang pemuda datang ke rumah mereka ingin menjual sepatu kepada ibunya yang dikenal di daerah itu sebagai penjual tuak dan memiliki lapo.

“Awalnya ibu saya menolak, tapi anak itu memaksa karena dengan alasan ingin membeli nasi karena belum makan.
Akhirnya mamakku membelinya,” tuturnya.

Esoknya, Angelita dibangunkan oleh pekerja di lapo milik ibunya.

“Tadi pagi, saya juga tidak tahu bagaimana ceritanya, saya masih tidur di kamar, pekerja disini membangunkan saya sembari berkata mama di arak-arak sama orang kampung sini. Gara-gara mama beli sepatu dari si Basir,” ujarnya sembari mengaku ibunya diikat di pohon.

Saat hendak menolong ibunya, Angelita mengaku dianiaya oleh seorang pria, MP, yang menurutnya adalah pimpinan sebuah ormas. Awalnya, Angelita berkata bahwa pria itu tidak berhak menghakimi ibunya. Ternyata setelah itu pukulan MP melayang ke wajahnya sebanyak dua kali.

“Lalu saya ingin maju lagi, tetapi masyarakat memegang saya sampai saya terjatuh di tanah. Kemudian mama saya diarak-arak lagi sampai di lapangan bola samping rumah saya,” pungkas Angelita yang yatim dan tinggal berdua dengan ibunya.(wol/lvz/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Bonjol Gagahi Siswi SMP Usai Buang Hajat

SIDIMPUAN, Waspada.co.id – Sat Reskrim Polres Sidimpuan bekuk pelaku cabul berinisial JH alias Bonjol (35) ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.