Laporan Pencarian MH370 Akan Diungkap ke Publik

Istimewa
Iklan

KUALA LUMPUR, Waspada.co.id – Pemerintah Malaysia akan mengungkap laporan pencarian pesawat Malasyia Airlines MH370 yang hilang bersama 239 penumpang pada Maret 2014 lalu.

Menteri Transportasi Malaysia Anthony Loke mengatakan tim penyelidikan akan lebih dulu memberikan penjelasan mengenai hasil pencarian pesawat selama empat tahun terakhir kepada keluarga korban sekitar 30 Juli mendatang.

“Setiap kata yang direkam oleh tim investigasi akan dibeberkan dalam laporan ini,” kata Anthony kepada wartawan di Kuala Lumpur, Jumat (20/7).

“Kami berkomitmen untuk transparan dalam mengungkap laporan ini. Semuanya akan dibeberkan tanpa ada penyuntingan, tambahan, atau pengurangan.”

Anthony mengatakan sesi penjelasan laporan akan bersifat tertutup bagi media. Jumpa pers akan dilakukan setelah briefing selesai. Meski begitu, dilansir Channel NewsAsia, laporan tersebut selanjutnya akan diunggah secara daring sehingga seluruh komunitas internasional bisa mengakses dokumen tersebut.

iklan

Sementara itu, salinan fisik laporan tersebut akan diberikan kepada keluarga korban dan sejumlah media yang telah terakreditasi.

Insiden MH370 menjadi kecelakaan pesawat paling mematikan dalam sejarah penerbangan. Pesawat Boeing 777 itu menghilang dalam perjalanan dari Kuala Lumpur menuju Beijing pada 8 Maret 2014.

Sejak itu, pencarian terhadap pesawat terus dikerahkan sampai akhirnya ditangguhkan di awal 2017 lantaran tidak ada hasil.

Pencarian yang dilakukan selama hampir tiga tahun terkahir hanya menghasilkan tiga penemuan puing pesawat yang diyakini berasal dari MH370. Puing-puing tersebut sebagian besar ditemukan di garis pantai sebelah barat Samudera Hindia.

Pemerintahan Perdana Menteri Mahathir Mohamad juga tak memperpanjang kontrak dengan salah satu firma pemantau dan eksplorasi bawah laut asal Amerika Serikat, Ocean Infinity, untuk melakukan pencarian bawah laut MH370.

Malaysia berjanji akan membayar Ocean Infinity sebesar US$70 juta atau setara Rp940 miliar jika perusahaan swasta itu berhasil menemukan puing pesawat atau kotak hitam MH370 yang hilang dalam 90 hari sejak pertengahan Januari lalu.

Voice 370, kelompok yang terdiri dari para kerabat dan keluarga penumpang MH370, mendesak Malaysia untuk meninjau kembali rekam jejak penerbangan pesawat, termasuk kemungkinan “pemalsuan atau penghapusan catatan terkait operasional MH370.”

Keluarga dari sebagian korban MH370 bahkan menganggap Mahathir melanggar janji kampanye sebelum pemilihan umum 9 Mei lalu karena tak memperpanjang waktu pencarian. (cnn/cna/ags/data2)

Iklan