_
Home / Fokus Redaksi / Ijeck Enggan Komentar Usai Diperiksa KPK
WOL Photo/eko kurniawan

Ijeck Enggan Komentar Usai Diperiksa KPK

MEDAN, Waspada.co.id – Usai menjalani pemeriksaan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama 2,5 jam, Musa Rajeckshah atau dikenal dengan nama Ijeck, tidak mau memberikan komentar sepatah katapun, Sabtu (21/4) sore.

Begitu juga ketika awak media mencoba menanyakan kedatangannya ke Mako Brimob Poldasu, pengusaha muda Kota Medan ini hanya diam saja.

Hal yang sama juga terjadi ketika Waspada Online mencoba menghubungi langsung beberapakali dua nomor handpone Ijeck tidak ada respon. Begitu juga lewat layangan sms dan Whatsapp (Wa) tidak ada balasan.

Sementara itu, Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, menyebutkan hari ini tim penyidik meneruskan proses pemeriksaan terhadap dua saksi sejak pagi, yakni Tengku Erry Nuradi sebagai Gubernur Sumut dan Ijeck.

Selain memeriksa Ijeck dan Tengku Erry, Febri juga mengatakan penyidik akan memeriksa sekitar 18 saksi lain dari unsur Pemprov Sumut, staf DPRD dan pihak swasta atas kasus korupsi mantan Gubernur Sumut, Gatot Pudjo Nugroho.

“Sampai saat ini, sekitar 94 saksi telah diperiksa sejak penyidik berada di Medan dari Senin minggu ini. Secara total sekitar 152 saksi telah diagendakan pemeriksaannya,” jelasnya.

Diketahui, dalam pemanggilan KPK tepatnya sekitar pukul 10.27 WIB,  pengusaha asal Medan H Anif Shah bersama anaknya H Musa Rajeckshah atau kerap dipanggil Ijeck datang bersamaan.

Ijeck tampak menggunakan pakaian  kemeja putih dan celana hitam.  Sementara H Anif tampak menggunakan baju batik, turun dari mobil minibus jenis Toyota Alphard BK 9 TD warna hitam masuk dari pintu utama gedung Mako Brimob Polda Sumut.

Selain Anif dan Ijeck, Kepala Biro Hukum  Pemprovsu Sulaiman Hasibuan, juga tampak hadir di Mako Brimob. Sesaat dirinya keluar dari gedung pemeriksaan tersebut, ia membenarkan adanya pemeriksaan KPK terhadap pihak swasta di Mako Brimob Polda.

Namun Sulaiman enggan menyebutkan secara rinci nama-nama saksi yang sedang diperiksa penyidik saat itu. “Ia swasta, swasta yang banyak. Pihak ketiga yang banyak. Sebagai saksilah,” pungkasnya.

Para tersangka dalam kasus ini, akan disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 jo Pasal 64 ayat (1) dan Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.(wol/lvz/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Penyelidikan 36 Perkara Korupsi Dihentikan, KPK: Itu Usulan Penyelidik

JAKARTA, Waspada.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) era kepemimpinan Firli Bahuri Cs memberhentikan penyelidikan 36 ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.