Jadi Calon Panglima TNI, Ini Tantangan Marsekal Hadi Tjahjanto

Presiden Jokowiresmi memilih KSAU Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai calon tunggal Panglima TNI
Iklan
agregasi
agregasi

 

JAKARTA – Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra mengungkapkan sejumlah tantangan Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Hadi Tjahjanto yang telah ditunjuk sebagai calon Panglima TNI. Beberapa tantangan itu antara lain membangun soliditas TNI di semua matra.

“Mau siapapun, sama tantangannya ke depan, pertama dia harus membangun soliditas TNI,” jelas Supiadin di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (5/12/2017).

Anggota Fraksi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) itu juga mengjngatkan Hadi untuk tetap menjaga netralitaas dalam menghadapi tahun politik, yakni Pilkada Serentak 2018 dan Pemilu 2019.

“Segera mempersiapkan TNI untuk mewujudkan netralitas dalam menghadapi Pemilu dan Pilkada. Itu paling pokok,” kata Supiadin.

iklan

Tantangan selanjutnya adalah mengupayakan program Minimum Essential Force (MEF) terwujud konsisten 2024. MEF adalah program modernisasi alat utama sistem persenjataan TNI.

“MEF itu 70 persen kekuatan TNI harus terwujud. Jangan sampai dia mengubah lagi. Kemudian dia harus juga membangun alutsista TNI secara proporsional,” ujar Supiadin.

Purnawirawan TNI ini juga meminta mantan Sekretaris Militer Presiden itu untuk memprioritaskan pertahanan wilayah perbatasan. Komisi I pun akan siap untuk Visi dan misi Hadi dalam fit and proper test.

“Dia punya visi misi kita dalami,” kata Supiadin.

Presiden Jokowi resmi mengajukan Hadi Tjahjanto sebagai calon Panglima TNI kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. KSAU itu dianggap mampu mengemban amanah sekaligus menjadikan TNI lebih profesional.

“Saya meyakini beliau memiliki kemampuan dan kepemimpinan yang kuat dan bisa membawa TNI ke arah yang lebih profesional sesuai jati dirinya, yaitu sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional, dan tentara profesional,” ujar Jokowi usai meresmikan Tol Soreang-Pasir Koja di Soreang, Kabupaten Bandung, Senin 4 Desember 2017

Pengajuan pria kelahiran 1963 itu dilakukan untuk mendapatkan persetujuan Parlemen. Nantinya, usai disetujui, Hadi Tjahjanto akan meneruskan kepemimpinan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo yang akan memasuki masa pensiunnya pada Maret 2018.

“Kita harus mengajukan ke DPR terlebih dahulu, mekanisme itu yang kita ikuti. Kita mengajukan KSAU, Marsekal Hadi Tjahjanto, sebagai Panglima TNI ke DPR untuk mendapatkan persetujuan,” ucapnya.

Iklan