_
Home / Warta / Indonesia Hari Ini / Ini Alasan KPK Perpanjang Masa Cegah Setya Novanto Bepergian ke Luar Negeri
Wakil Ketua KPK Laode M Syarif (Antara)

Ini Alasan KPK Perpanjang Masa Cegah Setya Novanto Bepergian ke Luar Negeri

agregasi
agregasi

 

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa pencegahan ke luar negeri Ketua DPR RI Setya Novanto selama enam bulan ke depan atau hingga April 2018, meski statusnya sebagai tersangka kasus e-KTP sudah gugur pasca-memenangkan praperadilan. Apa alasannya?

Wakil Ketua KPK Laode M Syarief mengatakan, perpanjangan masa pencegahan Setya Novanto ke luar negeri karena kesaksian Ketua Umum Partai Golkar tersebut masih dibutuhkan untuk mengkonstruksikan ‎kasus dugaan korupsi e-KTP.

“Ya kalau ada perpanjangan pencekalan itu berarti masih banyak informasi yang inginibutuhkan oleh KPK dari beliau‎,” kata Syarief saat dikonfirmasi, di Jakarta, Selasa (3/10/2017).

KPK telah resmi mengirimkan surat pencegahan berpergian ke luar negeri atas nama Setya Novanto. Surat pencegahan untuk Setya Novanto tersebut dikirimkan KPK ke Ditjen Imigrasi Kemenkumham pada Senin, 2 Oktober 2017, kemarin.

Diketahui, ‎masa pencegahan berpergian ke luar negeri tahap pertama Setya Novanto telah habis pada Senin kemarin. Oleh karenanya, KPK kembali memperpanjang. Dia dicegah berpergian ke luar negeri dalam kapasitasnya sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP.

Sebelumnya, KPK sudah menetapkan status tersangka terhadap Setya Novanto dalam kasus korupsi e-KTP yang diduga merugikan negara sekira Rp2,3 triliun. Namun demikian, status tersangka Setya Novanto gugur dalam praperadilan.

Novanto menang lewat gugatan praperadilan ‎atas penetapan tersangkanya oleh KPK. Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Cepi Iskandar mengabulkan gugatan praperadilan Novanto dan menyatakan penetepan Novanto sebagai tersangka tidak sah.

Syarief pun mengungkapkan, pihaknya hingga saat ini belum menerima salinan putusan praperadilan Setya Novanto dari pihak Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Sehingga, KPK belum dapat memutuskan langkah hukum lanjutan terhadap Setya Novanto paska kalah di praperadilan.

“Putusan Pengadilan belum diterima. Belum ada hasilnya (langkah hukum lanjutan). Kami lagi berpikir menelaah, karena kami belum dapat juga putusan yang ada,” pungkasnya.

Check Also

Kehadiran Mesin ADM, Pangkas Ruwetnya Birokrasi Membuat E-KTP

JAKARTA – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Ditjen Dukcapil telah meluncurkan mesin Anjungan Dukcapil Mandiri ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.