DPRD: Ada Pembiaran Aparat Aksi Teror Penembakan di Medan

WOL Ilustrasi

MEDAN, WOL – Sejumlah politisi Kota Medan mendesak jajaran Polrestabes Medan mengungkap aksi teror menggunakan senjata api oleh orang tak dikenal (OTK) yang kerap terjadi di Kota Medan. Di mana dari aksi tersebut menyebabkan seseorang harus terancam kehidupannya bahkan dapat menyebabkan nyawa melayang.

Anggota DPRD Medan dari Fraksi PPP, Irsal Fikri, menilai Kota Medan sudah tidak aman dengan adanya aksi teror tersebut. Apalagi aksi teror dengan menggunakan senjata api tidak lagi memandang waktu dan tempat. Para pelaku bisa kapan saja menggunakan senjata untuk melancarkan aksinya.

“Seperti yang terjadi di rumah kos-kosan, membuktikan Medan tidak dalam zona nyaman lagi. Bukan tidak mungkin nanti di gedung DPRD Medan akan ada penembakan,” ucapnya, Senin (31/7).

Berulang kalinya peristiwa serupa, menurutnya, lantaran ada pembiaran oleh aparat hukum. Alasan kekurangan personel yang selama ini didengungkan pihak kepolisian, menurutnya tidak dapat dijadikan tumbal.

“Tidak ada alasan oleh pihak kepolisian kekurangan personel melakukan patroli. Itu tidak masuk akal. Bahkan kita mendukung bagi pengedar narkoba agar ditembak mati di tempat, sesuai instruksi Presiden Jokowi sangat kita dukung,” sambungnya.

Senada dengan Irsal, Ketua Komisi A DPRD Medan, Sabar Syamsurya Sitepu, menegaskan aksi seperti ini tidak boleh berlarut pengungkapannya. Sabar pun percaya kalau Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Sandi Nugroho, mampu melakukan hal tersebut.

“Sejak Pak Sandi memimpin keamanan di Kota Medan, banyak kasus krusial diungkap ke publik. Demikian halnya dengan penembakan di Seibatang Kuis itu. Secara transparan dan cepat harus diungkap ke publik,” sebutnya.

Dikatakan, jajaran kepolisian untuk lebih serius bekerja, supaya aksi teror semacam itu tidak bebas melakukan kejahatan di Medan. Untuk diketahui, dalam kurun waktu setahun ada empat peristiwa penembakan oleh OTK. Pada 31 Agustus 2016 penembakan OTK di kawasan Medan Marelan dan 18 Oktober 2016 penembakan di kawasan Medan Sunggal. Kemudian pada 18 Januari 2017, penembakan di Jalan Ahmad Yani yang menewaskan pengusaha air softgun, Indra Gunawan alias Kuna di depan tokonya. Yang paling terbaru terjadi, Kamis (27/7), penembakan OTK terjadi di Jalan Sei Batangkuis, Kelurahan Babura, Medan Baru.(wol/mrz/data1)

Editor: SASTROY BANGUN