Ada Temuan di Pasar Murah

WOL Photo/Ilustrasi
Iklan

MEDAN, WOL – Sekretaris Komisi C DPRD Medan, Zulkifli Lubis, mempertanyakan soal ketersediaan sirup yang ada di pasar murah. Pasalnya, banyak masyarakat tidak dapat menikmati sirup dengan harga terjangkau yang disediakan oleh Dinas Perdagangan Kota Medan.

“Kami minta Dinas Perdagangan memberi penjelasan kenapa penjualan sirup di pasar murah hanya 2 lusin per hari, sehingga masyarakat kekurangan,” ungkapnya, Rabu (21/6).

Dikatakan, 151 titik pasar murah, hanya tersedia 6.040 lusin sirup. Dengan perincian masing-masing pasar murah menyediakan 2 lusin sirup setiap harinya, selama 20 hari pasar murah digelar.

“Sisa sirupnya kemana? Kan jadi pertanyaan kita temuan ini. Dalam pengajuan, dinas terkait sudah merinci kebutuhan itu. Tapi kok bisa berkurang kebutuhan,” tambahnya mempertanyakan.

Menjawab itu, Kepala Dinas Perdagangan, Syarif Armansyah Lubis, mengaku sirup yang mereka ajukan tidak dapat dipenuhi oleh penyuplai atau distributor. Dari 8.300 lusin, hanya dapat terpasok 7.570 lusin.

iklan

“Itu sebabnya kenapa jumlah sirup yang tersedia di pasar murah tidak mencukupi,” terangnya.

Pasar murah Pemko Medan sejatinya diperuntukkan bagi masyarakat yang kurang mampu. Keberadaan pasar murah tersebut sangat dinanti masyarakat meskipun pelaksanaannya terjadi dua kali dalam setahun.

Namun yang terjadi, tidak sedikit masyarakat berkecukupan memanfaatkan moment ini, sehingga masyarakat yang benar-benar membutuhkan belum tersentuh program pemerintah. Anggota DPRD dan masyarakat berharap, kedepannya pasar murah lebih jelas peruntukannya. Sehingga anggaran yang digelontorkan Pemko Medan mengena atau tepat sasaran.(wol/mrz/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan