_
Home / Medan / Warga Lempari Andi Lala Cs Pakai Botol Air Mineral
WOL Photo/ega ibra

Warga Lempari Andi Lala Cs Pakai Botol Air Mineral

MEDAN, WOL – Rekonstruksi yang dilakukan Ditreskrimum Polda Sumut terhadap Andi Lala, Andi Syahputra dan Roni dalam kasus pembunuhan satu keluarga di Jalan Mangaan, Lingkungan XI, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, Senin (8/5) nyaris terjadi keributan.

Pasalnya ribuan warga yang telah memadati tempat kejadian perkara (TKP) usai dilakukan rekonstruksi, melempari ketiga tersangka dengan botol air mineral.

“Binatang kau Andi Lala. Cocoknya kau dimatikan saja. Orang seperti kau ini enggak pantas hidup,” teriak warga sembari melempari Andi Lala Cs yang datang dengan mengenakan kursi roda karena tidak dapat berjalan setelah kedua kakinya ditembak polisi.

Beruntung kemarahan warga dapat diredam setelah personel kepolisian yang melakukan pengawalan ketat berhasil mengamankan Andi Lala Cs dan membawanya masuk ke mobil tahanan yang selanjutnya dibawa ke Polda Sumut.

Sementara itu, Wagiman selaku orang tua Rianto meminta aparat penegak hukum baik Polda Sumut maupun Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara agar memberikan hukuman mati terhadap Andi Lala dan dua rekannya yang turut melakukan pembunuhan.

“Kami minta selaku orang tua korban, Andi Lala dihukum mati. Nyawa harus dibayar dengan nyawa. Tidak ada toleransi kepada pelaku yang telah menghabisi nyawa seseorang dengan sadis,” ungkapnya yang ikut melihat langsung jalannya rekonstruksi.

Kasubdit III Jahtanras Polda Sumut, AKBP Faisal F Napitupulu, menjelaskan dalam rekonstruksi kasus pembunuhan satu keluarga, sedikitnya 48 adegan reka ulang dilakoni Andi Lala bersama dua rekannya Andi Syahputra dan Roni, ketika menghabisi nyawa Rianto beserta istri, dua anak dan mertua tersebut.

Dari rekonstruksi yang dilaksanakan turut dihadiri dari pihak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara serta penasehat hukum ketiga tersangka. Namun dari gelar perkara yang dilakukan, dua adegan terpaksa ditunda karena warga mencoba menghakimi para tersangka.

“Rekonstruksi berjalan lancar. Namun dua adegan terpaksa ditunda karena kondisi di lapangan tidak memungkinkan. Sehingga nantinya dua adegan yang tertunda akan dilaksanakan di Polda Sumut,” ungkap perwira dengan pangkat dua melati di pundak tersebut.

Faisal menuturkan adapun dua adegan rekonstruksi yang sempat dibatalkan, yakni ketika Andi Lala hendak mengambil besi seberat 15 Kg dari dalam mobil dan hendak membuang barang bukti. Namun begitu semua berjalan lancar tidak ada kejanggalan dalam keterangan yang diberikan Andi Lala saat memperagakan pembunuhan sadis tersebut.(wol/lvz/data1)

Editor: SASTROY BANGUN    

Check Also

Jaga Pasokan BBM, Pertamina Bentuk Satgas Nataru 2019

MEDAN, Waspada.co.id – Jelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2020 serta untuk menjaga kendala pasokan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.