Warga Kecewa Wakil Wali Kota Telat Ngelayat Sekeluarga Tewas Dibunuh

WOL Photo/lihavez

MEDAN, WOL – Masyarakat dan keluarga korban pembunuhan satu keluarga di Jalan Mangaan, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli kecewa terhadap Pemerintah Kota Medan.

Pasalnya, Wakil Wali Kota Medan, Akhyar Nasution telat saat hendak ngelayat ke rumah duka, Senin (10/4).

“Saat ini kita tengah menunggu Wakil Wali Kota Medan, Akhyar Nasution,” ungkap warga sekitar ketika hendak memakamkan kelima korban tewas dibunuh.

Setelah menunggu hampir satu jam akhirnya orang nomor dua di Pemko Medan ini tiba bersama rombongan didampingi Wakil Ketua DPRD Medan, Mulia Asri Rambe.

Setibanya di rumah duka Akhyar langsung meminta maaf kepada pihak keluarganya karena keterlambatan saat hendak melayat dan memberikan rasa bela sungkawa kepada kelima korban tewas dibunuh.

“Saya mohon maaf karena keterlambatan kami ini. Sebab tadi baru saja menghadiri rapat paripurna di DPRD Medan,” ucap Akhyar datang mengenakan pakaian dinas warna coklat tersebut.

Usai menyampaikan rasa bela sungkawa kepada keluarga korban dan masyarakat akhir kelima jenazah yang terdiri dari pasang suami istri, dua anak dan mertua itu pun diberangkatkan ke tempat peristirahatan terakhir untuk dimakamkan tidak jauh rumah korban.

Diketahui, peristiwa pembantaian satu keluarga itu pertama sekali diketahui oleh warga sekitar, yang merasa curiga karena keluarga itu tidak ada nampak keluar dari rumah sampai pukul 09.00 WIB.

“Tapi lampu luar rumahnya hidup terus, itulah yang buat kami/warga curiga,” kata Suharman salah seorang warga sekitar.

Semakin curiganya, sambung Suharman, dia mencoba memeriksa keadaan di dalam rumah. Alangkah terkejutnya warga, setelah diperiksa, ternyata anggota keluarga itu sudah dalam kondisi terkapar bersimbah darah di dalam rumah. Melihat itu warga langsung melaporkan kejadian itu kepada aparat setempat.

Dengan cepat kabar pembantaian itu menyebar ke lingkungan sekitar. Sehingga dengan spontan ratusan warga sekitar berdatangan ke lokasi untuk melihat langsung peristiwa pembantai tersebut. Petugas kepolisian yang tiba di lokasi langsung memasang garis polisi di rumah korban.

Sampai saat ini, mtimotif pembantaian satu keluarga itu masih belum jelas. Namun, menurut sejumlah warga sekitar, mereka tidak yakin kalau peristiwa pembantaian itu motifnya perampokan.

Adapun kelima korban tewas, yakni pasangan suami isteri Rianto (40) dan Yani (35), Naya (14) dan Gilang Laksono (8) merupakan anak dari pasangan suami istri tersebut, selanjutnya ibu mertua Rianto, Marni (50) cukup tertata rapi tanpa ada warga yang mengetahui siapa pelaku maupun teriakan para korban ketika di bunuh pembunuh sadis tersebut.

Sedangkan anak bungsu pasangan Suami Istri (pasutri, red) itu yang bernama Kirana (4) kritis sehingga harus menjalani perawatan yang intensif di RS Bhayangkara Polda Sumut, Jalan Wahid Hasyim, Medan.(wol/lvz/data1)

Editor: SASTROY BANGUN