Inilah Pengakuan Orangtua Korban Pembunuhan Satu Keluarga

foto: istimewa

MEDAN, WOL –  Kasus pembunuhan satu keluarga di Jalan Mangaan, Gang Banteng, Lingkungan XI, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, diduga bermotif perampokan. Pasalnya, beberapa barang berharga dan satu unit sepeda motor hilang dari lokasi kejadian tersebut.

“Ya ada yang hilang. Keretanya (sepeda motor, red) hilang dan dua unit handphone milik korban juga raib dibawa kabur pelaku,” ungkap orang tua korban, Wagiman, Minggu (9/4).

Adapun identitas penghuni rumah yang menjadi korban kebiadapan pelaku, yang sampai saat ini masih dalam penyelidikan polisi adalah pasangan suami istri Rianto (40) dan Yani (35), Naya (14) dan Gilang Laksono (8) merupakan anak dari pasangan suami istri tersebut, selanjutnya ibu mertua Rianto, bernama Marni (50).

Sedangkan anak bungsu pasutri tersebut yang bernama Kirana (4), saat ini dalam kondisi kritis sehingga harus menjalani perawatan yang intensif di RS Mitra Medika, Jalan KL. Yos Sudarso, Tanjung Mulia, Medan.

“Menurut keterangan dari tetangga pada Sabtu (8/4) sekira pukul 23.00 WIB ada orang tidak dikenal datang ke rumah anakku. Kemudian sekira pukul 00.00 WIB OTK tersebut membawa sepeda motor korban Honda Vario warna putih dengan suara ngebut dan kencang,” sebut Wagiman.

Wagiman mengungkapkan Rianto bekerja di pergudangan pupuk dan ada seorang teman yang tidak diketahui identitasnya sering berkunjung ke rumah korban. “Anakku itu bekerja sebagai mandor di perusahaan pupuk tersebut,” ungkapnya.

Peristiwa pembantaian satu keluarga itu pertama sekali di ketahui oleh warga sekitar, yang merasa curiga karena keluarga itu tidak ada nampak keluar dari rumah sampai pukul 09.00 WIB. “Tapi lampu luar rumahnya hidup terus, itulah yang buat kami/warga curiga,” kata Suharman salah seorang warga sekitar.

Sampai saat ini, belum ada keterangan resmi kepolisian terkait motif kasus pembunuhan sekeluarga itu. (wol/lvz/data2)

Editor: Agus Utama