Ibu Minta Pembunuh Rianto Sekeluarga Ditembak Mati

WOL Photo/Ega Ibra

MEDAN, WOL – Keluarga Almarhum Rianto berharap aparat kepolisian baik dari Polda Sumut, Polres Belawan dan Polsek Medan Labuhan, untuk secepatnya mengungkap dan menangkap para pelaku pembunuhan yang menewaskan satu keluarga.

“Saya selaku ibu kandung Rianto meminta kepada Kapolda Sumut maupun Kapolres Belawan untuk menembak mati pembunuh yang telah menghabis nyawa anakku, menantuku, dua cucuku dan mertuanya apabila telah tertangkap,” ungkap Murtini usai melaksanakan pemakaman terhadap satu keluarga tewas dibunuh, Senin (10/4).

Disebutkan, pihak keluarga tak menyangka kalau Rianto dan keluarganya menjadi korban pembunuhan. Sebab selama ini dia tidak pernah ada musuh ataupun ada oknum-oknum yang ingin menghabisinya.

“Anakku itu sifatnya baik. Kepada tetangga di sini pun bergaulnya cukup bagus nak. Enggaknya nyangka aku kalau dia tewas dibunuh,” sebut wanita paruh baya yang terlihat masih trauma menyikapi kasus pembunuhan tersebut.

Murtini mengungkapkan tidak ada tanda-tanda ataupun firasat kalau korban berserta keluarganya akan tewas dibunuh. Sebab korban sempat bertemu dengannya dan juga warga sekitar. “Ya mau dibilang apalagi. Kami sekeluarga telah ikhlas atas kepergiannya. Semoga amal dan dosa-dosanya selama hidup diampuni Allah SWT,” ungkapnya sembari menangis karena masih dilanda rasa duka.

Sementara itu, Wagiman selaku ayah kandung korban mengungkapkan Rianto sudah bekerja selama lima tahun di pergudangan pupuk di Jalan Metal. Baru beberapa bulan ini diangkat menjadi kepala gudang.

“Memang belakangan ini ada seorang temannya tidak diketahui identitas kerap datang ke rumah anakku. Namun aku enggak bisa menyimpulkan apakah dia pelakunya atau tidak,” ujarnya.

Diketahui peristiwa pembantaian satu keluarga itu pertama sekali di ketahui oleh warga sekitar, yang merasa curiga karena keluarga itu tidak ada nampak ke luar dari rumah, Minggu (9/4) pukul 09.00 WIB.

“Tapi lampu luar rumahnya hidup terus, itulah yang buat kami/warga curiga,” kata Suharman salah seorang warga sekitar.

Semakin curiganya, sambung Suharman, dia mencoba memeriksa keadaan di dalam rumah. Alangkah terkejut warga, setelah diperiksa, ternyata anggota keluarga itu sudah dalam kondisi terkapar bersimbah darah di dalam rumah. Melihat itu warga langsung melaporkan kejadian itu kepada aparat setempat.

Dengan cepat kabar pembantaian itu menyebar ke lingkungan sekitar. Sehingga dengan spontan ratusan warga sekitar berdatangan ke lokasi untuk melihat langsung peristiwa pembantai tersebut. Petugas kepolisian yang tiba di lokasi langsung memasang garis polisi di rumah korban.(wol/lvz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN