Tidur di Rumah Janda, Nyaris Tewas Dimassa

WOL Photo/Ilustrasi

MEDAN, WOL – Tidur di rumah seorang janda, Azmi alias Jimi alias Jemek (23) warga Jalan Eka Darma, Medan Johor nyaris tewas dimassa. Pasalnya, puluhan warga nyaris menghakiminya atas tuduhan pencurian di rumah kekasihnya, Sri (40) di Jalan Karya Darma, Medan Johor, Sabtu (17/12).

Jemek ini mungkin tak menyangka, tidur di rumah kekasihnya ibarat memakan buah simalakama, dimakan salah gak dimakan apalagi. Pria yang bertubuh kekar ini memang datang ke rumah Sri, atas permintaan kekasihnya untuk urusan tertentu. Jika korban menolaknya, sang kekasih mungkin akan marah, jatah tertentu tak didapat lagi.

Apalagi sedang menyambut malam minggu. Karena diantara keduanya sudah ada kesepakatan untuk saling memberi dan menerima, khususnya dalam urusan tertentu.

Namun, setelah ajakan itu diterima pria lajang yang dikenal memiliki keluarga cukup ditakuti di kawasan ini malah nyaris jadi bulan-bulanan warga. Beruntung, tokoh masyarakat di sekitar lokasi langsung memanggil polisi, Jemek pun diboyong ke Polsek Delitua.

“Memang, pria itu sudah sering datang ke rumah Sri dan kami menganggap biasa aja. Tapi tadi tiba-tiba ada teriakan maling dari rumah itu, kami pikir ada maling. Makanya warga langsung heboh mengerumuni dan mengepungnya agar pelaku tidak bisa kabur, ternyata setelah kelihatan orangnya kami juga kaget,” kata Reza salah satu warga.

Saat disergap warga, pelaku memang sedang tertidur di kamar Sri tepat di dekat sebuah laptop milik salah satu anak Sri bernama Ayu. Warga kemudian meminta Jemek untuk keluar dari dalam rumah tanpa melakukan perlawanan. “Awalnya kami mengira memang ini aksi pencurian, ternyata selidik punya selidik salah satu anak Sri bernama Ayu tidak suka dan tidak ingin ibunya berpacaran dengan pelaku,” ujarnya.

Menurutnya, ketidak sukaan Ayu kepada kekasih ibunya bukan tidak punya alasan. Sebab, Ayu yang kini berusia 22 tahun merasa sangat tidak pantas ibunya berpacaran dengan laki-laki sebayanya. “Kalau menurut cerita Ayu yang kami dengar, selama ini anak-anak Sri tidak suka dengan keberadaan kekasihnya. Sebaya, karena anaknya sudah pada lajang dan umur pria itu sudah sebaya dengan umur anaknya yang paling besar. Apalagi, statusnya juga lajang,” sebut reza.

Kepada petugas, Azmi mengakui kehadirannya di rumah Sri, karena diminta sang kekasih untuk menemaninya di saat anak-anak Sri sedang keluar. “Kami pacaran pak, dan aku datang ke situ karena diminta dia (Sri). Kami memang sudah membangun kesepakatan agar saling memberi dan saling memahami. Aku takut, jika menolaknya dia marah sama aku,” kata Jemek dengan tersipu malu.

Terpisah, Kapolsek Delitua, AKP Wira Prayatna, ketika dikonfirmasi, mengatakan pelaku memang diamankan dan sempat diarak warga atas tuduhan pencurian. Namun, setelah diperiksa unsur pencuriannya tidak ditemukan.(wol/data1)

Editor: SASTROY BANGUN