_
Home / Sumut / Sebait Pantun Erry Untuk ‘Srikandi’ PHRI
Para ‘srikandi’ PHRI Sumut (dari kiri ke kanan) Prana Hutabarat, ketua panitia, Eva Christina Ginting, Dewi Juwita Purba, Sari Ramayani dan Rika F Syam foto bersama di Café Ulos Santika Hotel, baru-baru ini, sesaat setelah selesainya rangkaian acara Rakerda PHRI Sumut. (WOL Photo)

Sebait Pantun Erry Untuk ‘Srikandi’ PHRI

WOL – Siapa yang paling sibuk menyukseskan gelaran Rakerda PHRI yang berlangsung di Santika Hotel awal bulan ini? Jawabannya kembali lagi pada peran semua pengurus PHRI Sumut. Dari anggota sampai ketua berjibaku mempersiapkan acara bertema local to international trough digital itu.

Moment ini diambil dan disepakati para pengurus untuk mendorong potensi merek lokal dan perusahaan keluarga yang banyak eksis di Sumut untuk kelak bisa bersaing secara internasional. Begitupun di balik kesuksesan pagelaran itu ada lima ‘orang penting’ yang kemudian mengemuka bahu-membahu mempersiapkannya secara marathon.

Tak peduli siang atau malam yang penting acara bisa terkordinir dengan lancar. Mereka adalah Dewi Juwita Purba, sekretaris PHRI Sumut, Eva Christina Ginting, ketua bidang organisasi PHRI yang juga direktur Dotel Management, Rika F Syam, general manager Grand Darussalam Hotel, Prana S Hutabarat, owner Kenanga Restoran dan, Sari Ramayani, Putra Mulia Hotel.

Ketua PHRI Sumut Denny S Wardhana, kepada wartawan di Medan, Kamis (15/12), menyatakan sengaja memberi peran lebih banyak kepada para ‘Srikandi’ tersebut karena yakin mereka akan kembali mengulang sukses seperti saat menggelar Musda PHRI beberapa waktu lalu.

“Sebenarnya think tank-nya PHRI Sumut ini banyak di mereka. Walaupun kecenderungannya seperti terpusat ke para ‘srikandi’ itu tapi setidaknya dari mereka-lah banyak ide dan kontribusi untuk memajukan organisasi ini,” katanya.

Wajar kalau kemudian BPP PHRI Pusat sangat memberi perhatian kepada pelaksanaan Rakerda kali ini. Maulana Yusran, ketua BPP PHRI bidang organisasi, menyatakan Sumut sekarang sedang jadi sorotan dalam mengembangkan kawasan destinasi wisata.

“Kecenderungannya seperti disampaikan Gubsu jumlah kunjungan wisatawan malah menurun. Padahal pemerintah pusat sudah menjadikan Danau Toba sebagai salah satu destinasi utama. Itu yang harus dikembangkan dan PHRI harus mengambil peran di situ. Maka kalau Rakerda ini sukses, akan ada event besar yang bisa digelar di Sumatera Utara,” kata Maulana.

Statement itulah yang direspon lima ‘srikandi’ tersebut. Mereka bahu membahu menyusun agenda acara. Rakerda kali ini tidak biasanya, karena menggandengnya dengan balutan acara lain. Seperti making bed competition dan bed decoration piala bergilir walikota. “Karena event ini jadi piala bergilir maka kita pastikan setiap tahun akan terselenggara,” kata Prana Hutabarat, ketua panitia Rakerda yang juga owner Kenanga Restoran.

Kalau dari sisi umur, Prana merupakan yang paling muda dan paling junior. Jadi wajar kalau di beberapa kesempatan dia sering jadi ‘sasaran tembak’ kritikan pelaksanaan acara. Cuma walaupun dia sering dikritik ada satu orang yang selalu memujinya, yaitu Dewi Juwita Purba.

Di setiap kesempatan Dewi selalu memberinya semangat dengan motivasi lewat kalimat ‘proud of you nak’. Tujuannya agar event Rakerda ini terselenggara mendekati sempurna. Bagaimana pun, menurut Dewi Juwita Purba, Rakerda akan menentukan langkah PHRI ke depan.

Rencananya Rakernas PHRI yang digelar secara nasional akan dipusatkan di Danau Toba tahun depan. “Jika kita sukses menggelar rakerda ini bukan tidak mungkin Rakernas akan diselenggarakan di Sumut,” tutur hotelier paling senior ini. Dengan begitu Sumut bisa mempromosikan kesiapannya kepada seluruh pelaku hotel dan restoran di Indonesia, kata Dewi.

Ini jadi moment penting penilaian. “Kalau ketua panitia sekarang sukses otomatis ada peluang Sumut jadi tuan rumah Rakernas tahun depan. Tapi tentu ini berkat kerjasama dan partisipasi kita semua,” ungkapnya.

Apalagi peran ‘srikandi’ lain seperti Eva Christina Ginting, Rika F Syam dan Sari cukup dominan menggandeng sponsor di acara pelaksanaan. Namun ada sedikit pengalaman lucu yang dialami Eva Christina Ginting. Entah kenapa sehari sebelum acara dia tiba-tiba ditelepon pembicara seminar Reza Sunardi yang sudah sampai di Bandara Kualanamu komplain dan tak ada yang menjemputnya. Padahal Eva sudah berkordinasi dengan tim lain tentang prosesi penjemputan dan akomodasi.

“Aku bang, yang gak ngerti apa-apa tiba-tiba dapat telepon begitu agak panik juga,” kata Eva yang hanya dibalas tawa para ‘srikandi’ dan pengurus PHRI lain. Tapi memang begitulah, karena para ‘srikandi’ inilah yang kemudian sukses mendisain acara sampai saat pembukaan Gubernur Sumut HT Erry Nuradi pun datang.

Melihat Rakerda ini ada dorongan kuat datang dari pemerintah daerah agar PHRI menjadi organisasi kian eksis mengkampanyekan pariwisata. Pemprov Sumut dan Walikota Medan Dzulmi Eldin, misalnya, langsung menyatakan dukungannya agar PHRI Sumut berkiprah lebih maksimal.

Sampai saat pembukaan Rakerda Erry pun menitip pantun untuk kemajuan PHRI Sumut yang bunyinya: “Awan berarak cuaca cerah, sampan dikayuh perahu laju, dengan rapat kerda daerah, perhotelan dan restoran semakin maju.”

“Padi di sawah siap dipanen, sudah diketam lalu diikat. Perhotelan dan restoran semakin paten, pariwisata akan meningkat,” kata Erry.

“Kalau kita eksis sekarang, mudah-mudahan event Rakernas tahun depan kita coba gelar di Sumut. Itupun tergantung keputusan pusat. Terimakasih untuk pemerintah daerah, seluruh pengurus, panitia, sponsor, tim dan tentunya para ‘srikandi’ yang tak jemu-jemu membesarkan PHRI Sumut ini,” kata Denny S Wardhana dari Jakarta kemarin lewat sambungan telepon. (wol/data2)

Editor: Agus Utama

Check Also

Gubsu Minta PHRI Berperan Tingkatkan Kunjungan Wisman

MEDAN, WOL – Gubernur Sumatera Utara HT Erry Nuradi meminta Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.