_
Home / Sumut / Pemprovsu Sosialisasi Perda Soal Alih Fungsi Lahan Pertanian
WOL Photo

Pemprovsu Sosialisasi Perda Soal Alih Fungsi Lahan Pertanian

MEDAN, WOL – Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 tahun 2015 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan harus terus disosialisasikan hingga ke kabupaten dan kota di Sumatera Utara agar tidak ada lagi pengalihfungsian lahan.

“Selama ini terjadi penyusutan 1-2 persen lahan per tahun, tapi itu cukup signifikan juga kalau lama-lama dibiarkan,” kata Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi usai acara sosialisasi Perda Nomor 3/2015 kepada para koordinator penyuluh pertanian di Medan, Kamis (29/12).

Menurut Tengku Erry, DPRD Sumut dan Pemprov Sumut menginisiasi perda tentang melarang alih fungsi lahan ini, karena lahan-lahan pertanian lebih penting dibandingkan dengan tempat pemukiman atau properti.

Alih fungsi lahan, ungkap Tengku Erry, rata-rata ke properti, perumahan. “Ada juga yang dialihfungsikan dari sawah ke sawit,” tutur Tengku Erry.

Selain itu, sebut Tengku Erry, ada juga lahan yang berkurang karena terkena pengembangan jalur tol. “Seperti jalur tol itu kan melewati perkebunan dan pertanian,” ujar Tengku Erry.

Untuk tahun 2017, sebut Tengku Erry, sosialisasi perda ini akan diperluas, termasuk dilakukan sosialisasi kepada lurah, kepala desa, camat dan notaris agar jangan menjual lahan yang menyebabkan alihfungsi, misalnya sawah dijual dijadikan properti, perkebunan sawit.

Sebelumnya, Plt Kepala Dinas Pertanian Sumut, M Azhar Harahap menyampaikan, Pemprov Sumut telah menerbitkan perda.

Perda itu, tegas Azhar, adalah salah satu upaya Pemprov Sumut untuk menghambat lajunya alihfungsi lahan pertanian yang dapat mengakibatkan ciutnya lahan persawahan.

Perda Nomor 3/2015 ini, kata Azhar, secara bertahap disosialisasikan kepada koordinator penyuluh dan kontak nelayan, petani di kabupaten dan kota di Sumut.

Seperti, sebut Azhar, di Kabupaten Padang Lawas, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Padang Lawas Utara, Kota Padang Sidempuan.

Kemudian di wilayah Pantai Timur, kata Azhar, seperti Kabupaten Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Asahan dan Batubara.

“Untuk wilayah Pantai Barat di Kota Medan, Kabupaten Deliserdang, Serdang Bedagai dan Kota Tebing Tinggi,” tukas Azhar.(wol/rdn/data3) 

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Fraksi-fraksi Sampaikan Pandangan Umum Tentang Adminduk dan Kearsipan

MEDAN, Waspada.co.id – Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan, Akhyar Nasution MSi, diwakili Sekretaris Daerah ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.