_
Home / Sumut / Penyelundupan Narkoba, Dari Laptop Hingga Pembalut
WOL Photo

Penyelundupan Narkoba, Dari Laptop Hingga Pembalut

KUALANAMU, WOL – Penyelundupan narkoba lewat jalur Kualanamu International Airport (KNIA) seakan tiada habisnya. Dalam kurun Oktober lalu, setidaknya ada dua penangkapan tim Bea dan Cukai KNIA. Tak tanggung-tanggung, pelakunya ditengarai sindikat narkoba internasional.

Dari data yang diperoleh Sabtu (12/11), penangkapan pertama  medio Oktober melibatkan seorang Warga Negara Malaysia berinisial EO (39 tahun) dengan 201 gram sabu. Penangkapan kedua akhir Oktober lalu dengan 197 butir pil happy five, 390 ekstasi, dan 15 gram sabu.

Modus atau cara kerja kedua tersangka menyembunyikan narkoba di dalam monitor laptop dan dalam pembalut. Kendati keduanya ditangkap secara terpisah, ada beberapa kesamaan. Misalkan, barang terlarang itu sama-sama dibawa dari Malaysia dan menggunakan pesawat yang sama, yakni AirAsia.

Persamaan lainnya, penyelundupan narkoba ke tanah air diduga dikendalikan dari Lapas. Hanya saja, Lapasnya yang berbeda di mana satu di Lapas Cipinang dan satu lagi di Lapas Labuhan Deli.

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Kualanamu, Zaky Firmansyah, menyatakan kedua tersangka yang ditangkap berawal dari adanya kecurigaan dan profiling yang bersangkutan.

“Jadi, selanjutnya kami lakukan pemeriksaan X-Ray maupun manual. Hasilnya didapati narkoba,” katanya baru-baru ini.

Dari penangkapan itu, lanjut Zaky, petugas di lapangan tidak berhenti sampai di situ saja. Artinya, Bea dan Cukai Kualanamu langsung berkoordinasi dengan Dit Res Narkoba Poldasu untuk mengungkap kasus barang terlarang tersebut.

Zaky tak menampik kalau tersangka EO yang ditangkap merupakan jaringan narkoba international. Hal itu berdasarkan hasil interogasi dan bukti lain keterlibatan EO dalam bisnis haram tersebut. Tersangka berinisial M asal Medan Labuhan yang ditangkap modusnya terbilang kali pertama dalam pembalut.

“M seolah-olah sedang menstruasi dan cairan dalam pembalut itu sangat menyengat,” katanya yang diiyakan Kabid Wasidik Dit Res Narkoba Poldasu, AKBP JHS Tanjung.

“Ya, benar dari pengungkapan narkoba di jajaran Poldasu, benar memang soal cairan menyengat dalam pembalut itu merupakan kali pertama,” paparnya.

Biasanya petugas menangkap narkoba disembunyikan dalam pembalut. Nah, yang satu ini disimpan dalam pembalut dan pakai cairan yang seakan-akan yang bersangkutan lagi menstruasi. Kendati beragam modus tersangka narkoba dalam mengelabui petugas dilakukan, petugas tidak kehilangan akal.

Tanjung juga tak membenarkan penangkapan dua tersangka narkoba oleh Bea dan Cukai Kualanamu ditengarai jaringan internasional. Disebutkan, persoalan sekarang bukan soal jumlah melainkan mafia narkoba itu sedang memanfaatkan kelengahan petugas. (wol/aa/wsp/data3)

 

 

Editor: AUSTIN TUMENGKOL

 

Check Also

2 Hari Pencarian Akhirnya Korban Avanza Naas Ditemukan

PAKPAKBHARAT, Waspada.co.id – Akibat mengantuk, satu unit mobil minibus Toyota Avanza terjun ke dalam jurang ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.