_
Home / Aceh / Warga Paya Bakong Demo Ganti Rugi Lahan Waduk Jokowi
WOL Photo/chairul sya’ban

Warga Paya Bakong Demo Ganti Rugi Lahan Waduk Jokowi

LHOKSUKON, WOL –  Puluhan masyarakat Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara, menggelar unjuk rasa di sejumlah titik instansi Aceh Utara yang ada di Kota Lhokseumawe, Selasa (04/10).

Mereka turut didampingi kuasa hukumnya, Safwani SH dan perwakilan LSM Kemilau Cahaya Bangsa Indonesia, Radikun. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk tuntutan warga terkait ganti rugi lahan mereka yang terkena imbas pembangunan waduk Krueng Kreuto di Paya Bakong yang sempat diresmikan Presiden RI, Ir Joko Widodo atau Jokowi.

Aksi yang dipimpin Ruslan sebelumnya berkumpul di Halaman Mesjid Islamic Centre Lhokseumawe, kemudian menggelar orasi di halaman Bank BNI Syari’ah. Dalam orasinya, warga menanyakan persoalan ganti rugi lahan mereka yang mengapa hingga kini belum juga dibayarkan oleh BNI tersebut.

“Kenapa sampai saat ini uang ganti rugi kami belum juga dibayarkan oleh pihak BNI Syari’ah Lhokseumawe, padahal PT Satya Agung telah perintahkan masyarakat agar mengambil uang di BNI Cabang Lhokseumawe,” ujar Ruslan.

Tak sampai di situ, massa bergerak ke halaman kantor Bupati Aceh Utara untuk menggelar aksi yang sama. Di sana para masa ditemui Asisten I Tata Praja dan Pemerintahan Setdakab Aceh Utara, Drs Anwar yang didampingi Kabag Pemerintahan Drs. Murtala, Perwakilan Bank BNI Syari’ah Lhokseumawe Yuna.

Warga meminta dengan segera ganti rugi tanah mereka yang digunakan pembangunan waduk tersebut senilai Rp8 miliar lebih pada BNI Syari’ah Lhokseumawe, yang untuk digunakan sebagai pembayaran ganti rugi lahan terhadap 62 orang penggarap.

Hal itu juga berdasarkan surat permintaan Bupati Aceh Utara tertanggal 28 Januari 2016 dengan perihal pemindahbukuan dana ke rekening masing-masing penggarap. Tak hanya itu, warga meminta untuk tidak mengeluarkan statmen maupun surat-surat yang tidak berdasar untuk menghambat pembayaran ganti rugi.

“Kepada BNI Syari’ah Lhokseumawe kami mendesak untuk dapat melakukan pemindahbukuan dana ganti rugi tersebut kepada penggarap lahan yang telah membuka rekening pada BNI. Kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelesaian ganti rugi lahan juga jangan melakukan suatu hal yang merugikan hak masyarakat,” demikian orasi pengunjuk rasa.

Usai berorasi di kantor Bupati, puluhan warga menggelar aksi yang sama di halaman kantor DPRK Aceh Utara. Dalam aksi itu mereka meneriakkan yel-yel yang sama, bahkan jika tidak membuahkan hasil dari aksi itu maka warga akan melanjutkan aksi yang sama.(wol/chai/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Pemerintah Khawatir WNI Eks ISIS Jadi “Virus” Jika Dipulangkan

JAKARTA, Waspada.co.id – Pemerintah tidak memulangkan ratusan WNI bekas pengikut ISIS atau teroris pelintas batas ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.