_
Home / Fokus Redaksi / Polisi Tembak Perampok dan Pemerkosa Mahasiswi UMA
WOL Photo/Lihavez

Polisi Tembak Perampok dan Pemerkosa Mahasiswi UMA

MEDAN, WOL – Unit Reskrim Polrestabes Medan menembak perampok dan pemerkosa mahasiswa Universitas Medan Area (UMA) berinisial MA (20), asal Kebun Gunung Para, Kecamatan Dolok Merawan, Kabupaten Serdang Bedagai.

Informasi yang diperoleh Waspada Online dari Polrestabes Medan, Senin (17/10), tersangka diketahui bernama Edi Suwito (42) penduduk Jalan Angkola, Desa Martoba, Kecamatan Siantar Utara. Pelaku dibekuk di sebuah rumah kos, Jalan Stela Raya, Komplek Kejaksaan, Kelurahan Selayang, Kecamatan Medan Selayang.

“Pada 3 September lalu, korban naik taksi gelap (plat hitam-red) yang dikemudikan tersangka dari Baja Lingge, Kecamatan Dolok Merawan, Sergai. Di kendaraan roda empat itu, ada lima penumpang lain menuju ke Medan,” terang Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto, didampingi Kasat Reskrim, Kompol Fahrizal.

Mardiaz menyebutkan, kelima penumpang itu sudah turun di Tanjung Morawa dan Terminal Amplas. Sedangkan korban masih berada di mobil tersebut. Sesampai di Medan, pelaku malah membujuk korban untuk menjemput adiknya di Simpang Melati.

Namun ternyata itu hanya tipuan, tersangka kemudian membawa MA ke Glugur Rimbun, Kutalimbaru, Deliserdang. Ketika di lokasi sepi, pelaku mengambil obeng dan menodongkannya ke leher korban‎. Tak hanya itu, mulut korban juga ditutup lakban, sedangkan tubuhnya diikat.

“Tersangka kemudian mengambil paksa barang berharga milik MA berupa telepon genggam, uang tunai Rp2,5 juta serta kartu anjungan tunai mandiri (ATM),” sebutnya.

Dalam keadaan mulut tertutup dan tubuh diikat, sambung Mardiaz, korban dibawa ke Jalan Gaperta. Pelaku turun di mesin ATM dan mengambil uang tunai. Selanjutnya, MA dibawa ke jalan Gagak Hitam/Ringroad. Di situ seluruh pakaian wanita cantik tersebut dikoyak-koyak menggunakan cutter.

“Tersangka ES mencabuli serta menjamah seluruh tubuh korban,” terangnya sembari menyebutkan setelah puas, tersangka yang juga mantan narapidana kasus penipuan ini membawa korbannya ke Jalan Simalingkar B, tak jauh dari Kebun Binatang, perlakuan tak senonoh kembali dilakukannya hingga puas.

Untuk menghilangkan identitas, korban dibawa ke Jalan Binjai dan dipaksa turun. Sebelumnya MA dipaksa memakai baju dan mukena.

Dalam keadaan tak sadarkan diri korban ditemukan penduduk sekitar dan dibantu memulihkan kesehatannya. Kemudian peristiwa ini dilaporkan MA diwakili Suharningsih dengan bukti LP/2132/K/IX/2016/SPKT Resta Medan, 5 September tentang dugaan tindak pidana pencurian dengan kekerasan.

“Tetapi dari berbagai informasi, akhirnya diketahui keberadaan tersangka. Sayang, saat hendak ditangkap, yang bersangkutan coba melarikan diri. Akhirnya tindakan tegas berupa tembakan terarah ke betis kanan ES pun dilakukan,” tegas Mardiaz.

Dari penangkapan itu, petugas menyita barang bukti berupa telepon genggam, baju kemeja koyak, sandal jepit coklat, celana pendek hitam, dua jilbab, beberapa jenis pakaian dalam dan lainnya. Selain itu, tersangka dijerat Pasal 365 ayat (2) ke 1 e Junto Pasal 285 atau 293 KUHPidana, dengan ancaman minimal lima tahun penjara. (wol/lvz/data2)

Editor: Agus Utama

Check Also

Jaga Pasokan BBM, Pertamina Bentuk Satgas Nataru 2019

MEDAN, Waspada.co.id – Jelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2020 serta untuk menjaga kendala pasokan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.