Ini Penyebab Samsung Galaxy Note 7 Mudah Meledak

Ilustrasi (foto: Ist)

WOL – Sejak kasus perangkatnya meledak secara misterius, Samsung dirundung isu baterai oleh para pengguna Galaxy Note 7. Penukaran perangkatnya telah dilakukan oleh pihak Samsung, meski akhirnya kasus serupa terjadi lagi.

Akhirnya, Samsung mengambil langkah tepat dengan menarik keseluruhan penjualan Samsung Galaxy Note 7 secara global.

Apa yang jadi penyebab baterai sebuah smartphone bisa terbakar meski telah diproduksi ulang? Hal ini tentu menjadi tanda tanya besar bagi para pecinta gadget. Terlebih lagi Galaxy Note 7 merupakan jajaran flagship dari Samsung, di samping Galaxy S7 dan S7 Edge.

Di awal, seperti dilansir dari Phone Arena, Samsung Galaxy Note 7 memang diketahui mengalami malfungsi dalam hal baterai. Dugaan awal Samsung, baterai yang diproduksi Samsung sendiri yang berpotensi terbakar.

Akhirnya, sebuah perusahaan produsen baterai asal China, ATL, didapuk untuk memproduksi baterai pengganti dari seluruh Samsung Galaxy Note 7 yang dikembalikan.

Sebelumnya, ATL diketahui telah memproduksi 30 persen dari baterai Galaxy Note 7, dan tak ada laporan meledak. Namun setelah proses penukaran, laporan Galaxy Note 7 tetap dilaporkan kembali terbakar baterainya. Hal ini memicu prediksi lain mengapa phablet ini tak bisa lepas dari masalah ledakan.

Seorang asisten Profesor teknik mesin di Carnegie Mellon University bernama Venkat Viswanathan, penyebab munculnya ledakan di Galaxy Note 7 adalah sistem kontrol voltase dari baterainya. Voltase yang tak terkontrol tentu menyebabkan besar aliran listrik tak sesuai, dan menyebabkan konslet. Sang profesor juga menyatakan bahwa material dengan kualitas yang buruk dalam baterainya, juga jadi salah satu faktor.

Sedangkan menurut Cho Jae-Phil direktur dari Future Batteries Research Center, menyatakan bahwa memproduksi baterai dalam jumlah banyak untuk pengganti, adalah hal yang cukup beresiko. Dalam waktu yang cukup singkat, memproduksi baterai dalam waktu yang cukup banyak membuat isu ‘quality control’ berupa kerusakan apapun pada baterai tak bisa dipungkiri kedatangannya. (merdeka/ags/sari/data1)