HUT TNI, Jurnalis Medan Unjuk Rasa

WOL Photo/Ega ibra
Iklan

MEDAN, WOL – Puluhan jurnalis Kota Medan menggelar unjuk rasa di Hari Ulang Tahun (HUT) TNI ke-71, Rabu (5/10).

Pasalnya, aksi tersebut merupakan bentuk protes terhadap tindak kekerasan yang dilakukan prajurit TNI terhadap jurnalis di Kota Medan dan Madiun.

“Hari ini tepat di HUT TNI kami menggelar aksi untuk menyampaikan protes terkait tindak kekerasan yang dilakukan anggota TNI terhadap jurnalis. Sudah berulang kali kasus kekerasan dilakukan oknum TNI terhadap jurnalis,” terang Amrizal salah satu jurnalis Kota Medan.

Amrizal menyebutkan, Panglima TNI harus bisa memberikan sikap tegas terhadap anggotanya yang bersalah. Jangan pula, kata Amrizal, ada pembelaan bagi oknum yang melakukan tindak pidana.

“Kasus kekerasan yang sudah berulangkali terjadi terhadap jurnalis tidak boleh dibiarkan. Inilah sikap kami terhadap TNI di HUT-nya yang ke 71,” sebutnya sembari mendesak Presiden RI, Joko Widodo, menegur Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo mengenai kasus kekerasan terhadap jurnalis tersebut.

iklan

“Kasus kekerasan terhadap jurnalis bukan kali ini terjadi. Tetapi sudah berulangkali dan menimbulkan korban luka-luka dan rasa traumatik,” sambung Amrizal.

Menurutnya, Panglima TNI terkesan tidak tegas terhadap jajarannya. Walaupun Panglima TNI telah menyampaikan permohonan maaf terkait kekerasan terhadap jurnalis, namun kasus serupa tetap terjadi. Di mana tugas jurnalis ini jelas dilindungi oleh undang-undang

“HUT TNI  ke 71 sudah selayaknya menjadi momentum untuk sama-sama memahami tugas jurnalis. Tidak perlulah rasanya, TNI melakukan tindakan-tindakan kasar yang melukai dan menciderai rasa keadilan,” pungkasnya.

Dalam aksinya, puluhan jurnalis Kota Medan berkumpul di bundaran air mancur Jalan Sudirman. Di sana, para jurnalis membentang poster kecaman terhadap tindak kekerasan TNI.

Bahkan, saat puluhan jurnalis menggelar aksi, sejumlah polisi tampak berkumpul di mana beberapa diantaranya mengawal aksi dan sebagian lainnya mengambil foto dengan kamera selular. Kekerasan terhadap jurnalis di Indonesia kerap berulangkali terjadi dan beberapa pelakunya adalah oknum TNI.(wol/lvz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan