Wali Kota Ajak Semua Elemen Menanggulangi Masalah TB

Ilustrasi. (Shutterstock)

MEDAN, WOL – Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin, diwakili Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang), Qamarul Fattah membuka Pertemuan Konsolidasi Lintas Program/Lintas Sektoral Penanggulangan Tuberculosis. Diharapkan pertemuan ini dapat meningkatkan kualitas dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, terutama penanganan serta penanggulangan TB.

Pertemuan ini turut dihadiri Koordinator CTB-KNCV, dr Junida sinulingga M.Kes, Sukarni M.Kes mewakili Kadis Kesehatan Provinsi Sumut, Masrita SKM M.Kes mewakili Kadis Kesehatan Kota Medan,  pimpinan SKPD, camat serta kepala puskesmas.

Qamarul menilai pertemuan ini sukup penting, sebab melibatkan dua pemerintah daerah yakni Pemko Medan dan Pemkab Deliserdang dalam rangka menanggulangi permasalahan TB di Sumut, khususnya di kedua daerah.

Dijelaskan Qamarul, TB merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang cukup banyak terjadi di Indonesia, bahkan dunia. Sumut termasuk salah satu wilayah dengan jumlah kasus TB terbesar di Indonesia.

“Hal ini tentunya menjadi perhatian kita bersama, serta menjadi warning untuk lebih meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” tutur Qamarul, Rabu (31/9).

Dalam upaya penanggulangan TB ini bilang Qamarul,  perlu melibatkan emua elemen masyarakat, pemerintah dan lembaga-lembaga yang bergerak di bidang kesehetan. Diyakininya, program ini dapat berjalan maksimal jika dikoordinasikan dengans egenap apratur pemerintah, mulaui tingkat lingkungan, desa, kelurahan, kecamatan, kabupaten/kota sampai provinsi dan pemerintah pusat.

“Jadi kehadiran kita di sini  untuk meningkatkan konsoliodasi dalam upaya menanggulangi masalah TB di Kota Medan maupun Kabupaten Deli Serdang. Semoga pertemuan ini mampu memberikan berbagai solusi terhadap sejumlah permasalahan kesehatan yang ada di masyarakat, khususnya  terkait dengan kasus TB sehingga kualitas hidup masyarakat semakin baik pada masa mendatang,” harapnya.

Sementara itu Kabid pengendalian Masalah Kesehatan mewakili Kadis Kesehatan Kota Medan, Masrita SKM Mkes dalam laporannya menjelaskan,  pertemuan ini digelar diletarbelakangi dengan meningkatnya angka kesakitan dan kematian TB berdasarkan hasil survey prevalensi TB 2013 dan global TB Report 2015.

Dari hasil suvei itu, jelas Masrita, didapat angka TB untuk Sumut, termasuk Kota Medan tahun 2015 dimana prevalensi TB 794/100.000 penduduk, insiden TB 501/100.000 penduduk dan angka kematian 41/100.000 penduduk. “Tentu saja beban besar ini harus kita tanggulangi bersama. Untuk itulah kami mengundang bapak dan ibu guna membicarakan pengendalian TB, “ jelas Masrita.(wol/mrz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN