Oknum TNI Bersama Begal Rampok Mahasiswa USU

Ilustrasi

MEDAN, WOL – Seorang mahasiswa USU Jurusan Fisipol, usai melaksanakan ujian semester, dirampok kawanan begal sehingga kehilangan satu unit sepeda motor jenis Yahama Vixion Putih BK 6569 YBB di Jalan Berdikari, Kecamatan Medan Baru, Rabu (22/6).

Saat membuat laporan di Polsekta Medan Baru, korban Pasko (22) warga Sidamanik, Kabupaten Simalungun ini, mengatakan pelaku diperkirakan 10 orang dan tidak ada yang dikenalnya. Namun satu diantaranya mengenakan pakaian dinas TNI AD.

“Satu pelaku itu menggunakan pakaian dinas lengkap TNI dengan pangkat balok tiga merah. Tetapi aku tidak tau pasti apakah itu TNI asli atau TNI gadungan. Sebab, jika seorang anggota TNI tidak mungkin melakukan aksi perampokan,” tuturnya.

Menurut korban, peristiwa itu terjadi saat dia usai melaksanakan ujian semester di kampusnya. Saat itu dia hendak pulang, namun dalam perjalanan menuju kosnya di Jalan Sei Silau, Medan, dua pelaku mengikuti dan memepetnya dari belakang.

“Yang dua orang itu pura-pura bertanya, tiba-tiba kawannya makin ramai dan yang terakhir datang pelaku yang mengenakan pakaian dinas tentara itu bang,” ujarnya.

Setelah, ramai, sambung dia, mereka (pelaku) langsung menghajarnya, terutama yang mengenakan pakaian dinas TNI tersebut. Alhasil, karena kalah jumlah korban akhirnya pasrah. Usai melumpuhkan korban pelaku begal langsung pergi tanpa jejak. Sedangkan korban hanya bisa meratapi nasibnya.

“Warga sekitar memang banyak yang melihat tadi bang, tetapi karena ada diantara pelaku yang berpakaian dinas, maka tidak ada yang berani mendekat, mereka pikir itu tentara asli,” sebutnya.

Ditambahkan, peran pelaku yang mengenakan pakaian dinas tentara tersebut yakni melumpuhkannya dengan cara memiting (mencekik) lehernya sehingga tidak bisa berbuat banyak. Sedangkan para pelaku lainnya memukuli perut dan mengambil kunci sepeda motornya.

“Kunci motor itu kukantongi, tetapi karena aku dipiting, mereka merogoh dan mengambilnya dengan paksa, motorku pun seketika langsung dibawa kabur. Untungnya, aku tidak bawa uang, kalau tidak mungkin mereka akan mengambilnya juga,” ucap korban.

Karena kejadian itu, korban dan seluruh teman-temannya mengancam akan berunjukrasa ke Kodam I/BB dan Polda Sumut agar segera mengusut kasus yang menimpa salah satu mahasiswa USU.

“Aku trauma kali bang, begitulah cara para geng motor itu bereaksi. Sadis memang, karena itulah kami akan berunjukrasa ke Kodam I/BB, mana kala pelaku itu benar anggota TNI, agar segera menindak anggotanya yang berbuat jahat. Sedangkan ke Polda Sumut supaya mereka menangkap pelaku,” tuturnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsekta Medan Baru, AKP Adi Putranto, mengatakan pihaknya sudah menerima laporan pengaduan korban.

“Kasus perampokan ini, kita sedang lidik. Anggota sedang di lapangan, mudah-mudahan pelakunya segera kita amankan,” pungkasnya.(wol/gacok/data2)

Editor: SASTROY BANGUN