Breaking News
_
Home / Warta / Ekonomi dan Bisnis / Data Tak Akurat Penyebab Harga Daging Sapi Meroket
WOL Photo/Eko

Data Tak Akurat Penyebab Harga Daging Sapi Meroket

JAKARTA, WOL – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menyebutkan, tingginya harga daging sapi belakangan ini lebih dikarenakan keakuratan data kebutuhan daging sapi di Indonesia yang masih belum akurat.

Ketua Komisioner KPPU, Syarkawi Rauf, mengatakan, tingginya harga daging sapi di Indonesia juga disebabkan oleh penentuan kuota yang diberikan kepada para importir.

“Apakah kuota yang ditetapkan pemerintah sekitar 500.000 ekor sapi bakalan, apakah benar-benar sesuai, kan kuota jatah. Karena database daging sapi antar kementerian kan masih berbeda, tidak tahu,” kata Syarkawi di Kompleks Istana, Jakarta, Senin (6/6/2016).

Syarkawi menuturkan, sejauh ini KPPU telah memberikan dukungan kepada 32 Feedlooter dengan denda yang totalnya Rp107 miliar. Apalagi, sambung Syarkawi, masalah data besaran konsumsi daging sapi per kapita juga masih belum sinkron.

“Misalnya, data kantor menko, besaran konsumsi daging sapi kita mencapai 2,61 kg per kapita per tahun, tapi kementerian pertanian menyebutkan hanya 1,75 kg per kapita per tahun,” tambahnya.

Data tersebut, kata Syarkawi, memiliki dampak kepada pemenuhan kebutuhan daging sapi secara nasional. Jikalau dari konsumsi per kapita sudah ada perbedaan, maka dalam menentukan kuota juga tidak akan berjalan dengan baik.

“Kalau dasar penentuan kuota masih simpang siur pasti besaran akan itu juga,” katanya.

Selanjutnya, kata Syarkawi, mengenai rantai distribusi daging sapi yang harus dibenahi oleh pemerintah. Selama ini, sapi selalu masuk ke Feedloter, lalu ke Rumah Pemotongan Hewan (RPH), lalu ke ritel, dan baru sampai kepada konsumen.

Menurut Syarkawi, pada rantai distribusi mulai dari Feedloter ke RPH ada perantara, dan dari RPH ke ritel juga ada keterlibatan perantara. Oleh karena itu, sambung Syarkawi, pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan sulit menerapkan harga daging sapi sebesar Rp80 ribu jikalau sistem distribusi dan data kebutuhan tidak dibenahi.

“Mau tidak mau, kalau mau cepat harus ada anggaran yang disiapkan. Makanya Pak Jokowi bikin kapal ternak itu sudah bagus,” tukasnya.(hls/data1)

Check Also

Lepas Pawai Takbiran Idul Fitri, Gubsu Imbau Tertib dan Aman

MEDAN, Waspada.co.id – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi melepas 138 mobil hias yang mengikuti ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.